MAKALAH ADAT DAN BUDAYA BUTON

ADAT DAN BUDAYA BUTON 

ADAT DAN BUDAYA BUTON

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DISUSUN

OLEH:

 

NAMA      :  HASRIA

NIM          :  14650250

KELAS     :  F

 

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN

2014

 

 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya. Sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.

Kami telah menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin. Namun tentunya sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Harapan kami, semoga bisa menjadi koreksi di masa mendatang agar lebih baik lagi dari sebelumnya.

Tak lupa ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Dosen Pembimbing atas bimbingan, dorongan dan ilmu yang telah diberikan kepada kami. Sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya dan insya Allah sesuai yang kami harapkan. Dan kami ucapkan terimakasih pula kepada rekan-rekan dan semua pihak yang terkait dalam penyusunan makalah ini.

Mudah-mudahan makalah ini bisa memberikan sumbang pemikiran sekaligus pengetahuan bagi kita semuanya. Amin.

Baubau,   Desember 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………….. ii

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………… iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang………………………………………………………………………………….. 1

BAB II PEMBAHASAN

  1. Macam-macam budaya religi………………………………………………………………… 2
  2. MAKNA-MAKNA BUDAYA KESULTANAN BUTON…………………….. 5

BAB III PENUTUP

  1. KESIMPULAN…………………………………………………………………………………. 6
  2. SARAN…………………………………………………………………………………………….. 6

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………. 7


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam budaya bangsa di Indonesia sendiri kaya akan budaya bangsanya, sebagian besar budaya dapat diekspresikan dan artikulasi dari hasil cipta, karsa dan karya. Pada dasarnya budaya Indonesia banyak berkembang di berbagai daerah tetapi demikian budaya timur masuk dan budaya Indonesia sendiri lama kelamaan mulai terkikis akibat banyaknya budaya barat yang masuk .

Dengan demikian ciri, citra , dan karsa budaya indonesia sendiri mulai kehilangan budaya sendiri. Dan di dalam era globalisasi ini banyak kebudayaan dan kesenian yang bermunculan seperti malaysia yang berpendapat ada kesenian Indonesia yang mereka akui contohnya: wayang, batik , dan juga reok. Wayang telah ada, tumbuh dan berkembang sejak lama hingga sekarang, melintasi perjalanan panjang sejarah Indonesia.

telah teruji dalam menghadapi berbagai tantangan dari waktu Selain itu budaya Indonesia beranekaragam, tetapi kita tidak menyadarkannya karena banyaknya kebudayaan kita yang berbeda-beda dari seluruh nusantara. Maka dari itu, dalam suatu daerah mempunyai corak yang berbeda-beda. Seperti bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia,dan juga bahasa daerah, dengan demikian alat memperkokoh budaya bangsa seperti halnya kita lestarikan perkembangan kebudayaan kita sejak saat ini untuk memperkokoh budaya bangsa.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Macam-macam budaya religi

Dalam kehidupan sosial masyarakat dikenal berbagai macam upacara keagamaan baik yang berhubungan langsung dengan tradisi peribadatan maupun yang berhubungan langsung dengan budaya dan kemasyarakatan.

Masyarakat Buton sangat memuliakan bulan-bulan suci Umat Islam. Tidak mengherankan mereka selalu melaksanakan prosesi-prosesi upacara guna memperingati berbagai peristiwa yang terjadi (bulan tersebut). Prosesi keagamaan tersebut natara lain :

  1. Ala’ana Bulna

Ala’ana Bulna yaitu Upacara yang berkaitan dengan pengguntingan rambut bayi setelah bayi berumur 40 hari.

  1. Tandaki dan Posusu

Tandaki dan Posusu yaitu Upacar yang berkaitan dengan penyunatan (Tandaki untuk laki-laki dan Posusu untuk perempuan). Upacara Tandaki diperuntukkan bagi abnak laki-laki yang telah memasuki masa akhir balik yang melambangkan bahwa anak tersebut telah resmi menjadi muslim artinya bahwa anak tersebut berkewajiban untuk melaksanakan segala perintah dan larangan yang diajarkan dalam agam Islam. Upacara Tandaki biasanya diselenggarakan oleh keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi sehingga dalam pelaksanaannya turut diundang keluarga sanakkeluarga sahabat dekat maupun dapat dilaksanakan dalam bentuk yang sederhana yang disebut “Manokoia”.

  1. Qunua

Qunua yaitu upacara yang berkaitan dengan peringatan Nuuzunul Qur’an. Upacara ini biasa dilaksanakan pada pertengahan bulan suci Ramadhan tau 15 malam puasa. Pelaksanaan Qunua dalam tradisi Buton Umumnya dilaksanakan setelah shalat Tarwuh diatas jam 12 malam dirangkaikan dengan sahur secara bersama-sama didalam Masjid

.

  1. Kadhiri

Kadhiri yaitu upacara yang berkaitan dengan turunya Lailatul Qadar dibulan suci Ramadhan pelaksanaanmya mirip dengan Qunua yang hanya dilaksanakan pada 27 malam ramadhan karena diyakini pada malam itulah trunnya Lailatul Qadar.

  1. Malona Bangua

Malona bangua yaitu upacara yang dilakukan pada malam pertama Ramadahan yang dulu dimeriahkan dengan gantungan meriam namun sekarang diganti dengan membakar lilin di rumah-rumah di pemakaman sebagai tanda bahwa bulan suci Ramadhan telah tiba.

  1. Malona Raraea

Malona Raraea yaitu upacara menandai berakhirnya bulan Ramadhan atau masuknya 1 syawal (Idul Adha). Pelaksanaannya sama dengan Malona Bangua.

  1. Pakandeana Ana-Ana Maelu

Pakandeana Ana-Ana maelu yaitu upacara yang berkaitan dengan memberi makan kepada anak yatim yang dilakukan pada bulan Muharram. Upacara ini sampai saat ini masih dilaksanakan pada orang-orang atau keluarga yang mempunyai kemampuan. Biasanya setelah pemberian makan ala qadarnyav terhadap anak yatim piatu mereka berikan juga sejumlah uang.

  1. Haroana Maludu

Haroana maludu yaitu peninggalan budaya sejak Zaman kesultanan Buton. Masyarakat memperingati kelahiran Nabi muhammad SAW sebagai suatu upacara yang sakral yang dalam Rabi’ul awal menurut adat Buton Haroa tersebut dibuka oleh Sultan pada malam 12 hari bulan Rabi’ul awal kemudian untuk kalangan masyarakat bisaa memilih salah satu waktu antara malam ke-13b malam ke-29 rabi’ul awal setelah itu ditutup oleh Haroana Hukumuh pada malam ke-30. Masyarakat kesultanan Buton yang mampu melaksanakan setiap tahun dengan membaca riwayat Nabi SAW kadang kala selesai Haroa dilanjutkan dengan lagu-lagu Maludu sampai selesai yang biasanya dinyanyikan dari waktu malam sampai siang hari.

  1. Haroana Pomaloa

Haroana Pomaloa yaitu upacara doa untuk arwah yang telah wafat. Dalam konteks Islam, hal ini bisa dikenal sebagai “Ta’zia” guna memberi hiburabn kepada keluarga yang ditinggalkan agar tidak terlarut-larut dalam kedukaan. Dalam masyarakat Buton dilakukan dengan cara membaca ayat-ayat suci Al- Qur’an diletakkan di “Rahali” kemudian disusun oleh yang lain satu persatu atau membaca surat yasin yang dilaksanakan bersama-sama.

  1. Haroana Rajabu

Haroana Rajabu yaitu peninggalan budaya kesultanan Buton yang dikenal oleh masyarakat sejak dahulu kala. Haroa ini dimaksudkan untuk memperingati para suhada yang gugur dimedan perang dalam memperjuangkan Islam bersama-sama Nabi kita Muhammad SAW dan dilaksanakan setiap jum’at pertama pada bulan rajab dengan membaca surat yasin sebanyak3 kali yang dilakuakn oleh Lebe.

  1. Upacara Posipo

Upacara Posipo yaitu sebuah proses upacara adat menyambut kelahiran seorang bayi dengan cara menyiapkan makanan dan khusus disiapkan bayi Ibu hamil pada kehamilan pertama dilakukan pada usia 7-9 bulan.

  1. Upacara Gorana Oputa

Upacara Gorana Oputa yaitu sebagai tanda pembukaan upacara peringatan Nabi SAW. Pada masa Kesultanan upacara ini dilakukan di Istana berkumpul orang-orang besar Kerajaan bersama semua menteri dan bobato serta pemuka-pemuka masyarakat berssama dengan Sru Sultan melakukan peringatan Maulid dengan membaca riwayat Nabi Muhammad SAW sesudah dibuka oleh sultan maka pada malam berakhirnya sehingga pada malam kesempatan pada seluruh masyarakat dan malam ke-30 bulan oleh pegawai Masjid Keraton yang merupakan upacara penutup yang dinamakan Mauladana Hukumuh.

  1. MAKNA-MAKNA BUDAYA KESULTANAN BUTON
  2. Makna Filosofis

Secar filosofis upacara-upacara kyang dilaksanakan masyarakat Buton merupakan pemujaan Tuhan Yang Maha Kuasa bahkan makna lainnya, bahkan manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Harkat martabat yang lebih dari banding makhluk ciptaannya lainnya yang ada di jagat raya kendati kemudian diharapkan pemahaman tersebut tidak membawa kecenderungan untuk (perilaku melebih-lebihkan manusia dari kodratnya).

  1. Makna Hikmah

Upacara keagamaan dikalangan masyarakat Buton syarat dengan muatan hikmah, dimana dalam upacara setiap warga masyarakat dapat mengambil pelajaran dari hakekat pelaksanaan upacara tersebut berupa pendekatan diri pada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan harapan nilai keimanan dan ketakwaan semakin bertambah.

  1. Makna Ibadah

Dalam mana Ibadah dimana upacara-upacara keagamaan nilai-nilai dan ajaran agama Islam.

  1. Makna Sosial Masyarakat

Dalam makna sosial kemasyarakatan, dimana dalam upacara-upacara tersebut turut melibatkan banyak orang tanpa ada pemisahan status sosial sehingga terjalin silaturrahmi yang harmonis dikalangan masyarakat dan berjalan berkesinambungan.

BAB III

PENUTUP

  1. KESIMPULAN

Dalam kesimpulan dari tema “BUDAYA KESULTANAN BUTON” dapat disimpulkan kebudayaan adalah ciri khas, sari dari suatu bangsa yang berbagai macam keanekaragaman budaya yang terdapat dalam daerah-daerah tertentu yang mempunya ciri-ciri khasnya sendiri. Peranan “BUDAYA KESULTAN BUTON” mempunyai arti penting tersendiri yang menggambarkan suatu perkokohan yang ada di bangsa itu, oleh disebabkan pemerintah harus bisa berperan aktif dalam perkembangan suatu kondisi pada budaya bangsa itu sendiri yang menyimpan segala kekayaan yang terdapat pada berbagai daerah yang mempunyai baerbagai keanekaragaman budaya, disamping itu elemen peran pemerintah ada juga peran serta masyarakat dalam memajukannya yang penting juga adanya kebersamaan tujuan yang sama.

  1. SARAN

Indonesia memiliki berbagai macam adat dan budaya dan salah satu diantaranya adalah Adat dan Budaya Buton. Dari kurun waktu ke waktu secara tidak sadar masyarakat Buton mulai melupakan Adat dan Budaya Buton. Hal ini dikarenakan faktor kebiasaan yang dipengaruhi oleh kebudayaan asing. Oleh sebab itu, Marilah kita bersama-sama melestarikan Adat dan Budaya buton ini sehingga dikenal oleh kebudayaan asing . Makalah ini tentunya tidak luput dari kesalah dan kekurangan oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perkembangan penyusunan makalah yang lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

 

Masyarakat Buton. Yayasan Keraton Wolio Buton. Bau-Bau.

Safulin, La Ode, Rustam Awat & Aris Mahmud. 2009. Akhlak dan Budaya Buton. Bau-Bau.

Tanziylu Faizal Amir, Ld. Muhammad, dkk. Sejarah Terjadinya Negeri Buton dan Negeri Muna. Buton.

Turi, La Ode. 2007. Esensi Kepemimpinan Bhinci-Bhinciki Kuli (Suatu Tinjauan Budaya Kepemimpinan Lokal Nusantara). Khazanah Nusantara. Kendari.

Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang HAM.

silahkan download disini download

Iklan
Pos ini dipublikasikan di makalah dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke MAKALAH ADAT DAN BUDAYA BUTON

  1. Ping balik: PENGERTIAN BUDAYA – Ode dicky

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s