MAKALAH PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN

PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN

 

 

 

 

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 4

 

KETUA             :   WA SUSI

SEKRETARIS :   SAWALUDIN

ANGGOTA      :   WIRA ADI SWARA

                               WA SUSI

  1. SYAFITRI

                               NURAZIDA

 

 

PROGRAM STUDI BAHASA INGGRIS

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN

2014

 

KATA PENGANTAR

Assalamu’alikum Wr. Wb

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik dan Hidayah-Nya serta nikmat sehat sehingga penyusunan makalah guna memenuhi tugas mata kuliah pengantar pendidikan ini dapat selesai sesuai dengan yang diharapkan.

Makalah ini kami susun dengan tujuan sebagai informasi serta untuk menambah wawasan khususnya mengenai peran dan lembaga pendidikan dan adapun metode yang kami ambil dalam penyusunan makalah ini adalah berdasarkan pengumpulan sumber informasi.

Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan sebagai sumbangsih pemikiran khususnya untuk para pembaca dan tidak lupa kami mohon maaf apabila dalam penyusunan makalah ini terdapat kesalahan baik dalam kosa kata ataupun isi dari keseluruhan makalah ini. Kami sebagai penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi kebaikan kami untuk kedepannya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Baubau, 03 November 2014

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………………….        i

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………….       ii

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………..       iii

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………..       1

1.1 Latar Belakang Masalah…………………………………………………………..       1

1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………………..       2

1.3 Tujuan Penulisan…………………………………………………………………….       2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Lingkungan dan Lembaga Pendidikan………………………       3

2.2 Bentuk-bentuk Lingkungan Pendidikan…………………………………….       3

2.3 Bentuk-bentuk Lembaga Pendidikan………………………………………..       5

2.4 Fungsi dan Peran Lembaga Pendidikan

2.2.1 Lembaga Pendidikan Keluarga………………………………………………       6

2.2.2 Lembaga Pendidikan Sekolah………………………………………………..      10

2.2.3 Lembaga Pendidikan Masyarakat…………………………………………..      14

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………      15

3.2 Saran…………………………………………………………………………………….      15

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………….      17

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

Kegiatan pendidikan selalu berlangsung di dalam suatu lingkungan. Dalam konteks pendidikan, lingkungan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berada di luar diri anak. Lingkungan dapat berupa hal-hal yang nyata, seperti tumbuhan, orang, keadaan, politik, kepercayaan dan upaya lain yang dilakukan manusia, termasuk di dalamnya adalah pendidikan.

Di dalam konteks pembangunan manusia seutuhnya, keluarga, sekolah dan masyarakat akan menjadi pusat-pusat kegiatan pendidikan yang akan menumbuhkan dan mengembangkan anak sebagai makhluk individu, sosial, susila dan religius. Dengan memperhatikan bahwa anak adalah individu yang berkembang, ia membutuhkan pertolongan dari orang yang telah dewasa, anak harus dapat berkembang secara bebas, tetapi terarah. Karenanya pendidikan harus dapat memberikan  motivasi dalam mengaktifkan anak.

Lingkungan pendidikan dapat diartikan sebagai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap praktek pendidikan baik positif ataupun negatif. Lingkungan pendidikan sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan, merupakan bagian dari lingkungan sosial. Lingkungan pendidikan sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan sebab lingkungan pendidikan tersebut berfungsi menunjang proses belajar mengajar secara nyaman, tertib, dan berkelanjutan. Dengan suasana seperti itu, maka proses pendidikan dapat dilaksanakan.

Lembaga pendidikan adalah suatu badan yang berusaha mengelola dan menyelengglarakan kegiatan-kegiatan sosial, kebudayaan, keagamaan, penelitian keterampilan dan keahlian.  yaitu dalam hal pendidikan intelektual, spiritual, serta keahlian/ keterampilan. Sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan pendidikan.

1.2  Rumusan Masalah

  1. Apakah  pengertian dari lingkungan dan lembaga pendidikan?
  2. Apa saja bentuk-bentuk dari lingkungan pendidikan?
  3. Apa saja bentuk-bentuk lembaga pendidikan?
  4. Apa saja fungsi dan peran lembaga pendidikan?

1.3  Tujuan Penulisan

  1. Untuk mengetahui pengertian lingkungan dan lembaga pendidikan.
  2. Untuk mengetahui bentuk-bentuk dari lingkungan pendidikan.
  3. Untuk mengetahui bentuk-bentuk dari lembaga pendidikan.
  4. Untuk mengetahui fungsi dan peran lembaga pendidikan.


 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  PENGERTIAN LINGKUNGAN DAN LEMBAGA PENDIDIKAN

Lingkungan pendidikan dapat diartikan sebagai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap praktek pendidikan baik positif ataupun negatif. Lingkungan pendidikan sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan, merupakan bagian dari lingkungan sosial. Lingkungan pendidikan sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan sebab lingkungan pendidikan tersebut berfungsi menunjang proses belajar mengajar secara nyaman, tertib, dan berkelanjutan. Dengan suasana seperti itu, maka proses pendidikan dapat dilaksanakan.

Lembaga pendidikan adalah suatu badan yang berusaha mengelola dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sosial, kebudayaan, keagamaan, penelitian keterampilan dan keahlian.  yaitu dalam hal pendidikan intelektual, spiritual, serta keahlian/ keterampilan. Sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan pendidikan.

2.2  BENTUK-BENTUK LINGKUNGAN PENDIDIKAN

Pada dasarnya lingkungan pendidikan mencakup

  1. Tempat (Lingkungan Fisik). Contohnya: keadaan iklim, keadaan tanah, keadaan alam.
  2. Kebudayaan (Lingkungan Budaya). Contohnya: dengan warisan budaya tertentu bahasa, seni, ekonomi, ilmu pengetahuan, pandangan hidup, keagamaan.
  3. Kelompok hidup bersama (Lingkungan sosial atau masyarakat). Contohnya: keluarga, kelompok bermain, desa, perkumpulan.

Adapun definisi lain dari bentuk-bentuk lingkungan pendidikan yaitu ada lingkungan pendidikan formal dan ada lingkungan pendidikan non formal. Contohnya sebagai mana berikut ini :

  1. Lingkungan Keluarga

Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS disebutkan bahwa keluarga merupakan bagian dari lingkungan pendidikan informal/non formal. Selain itu keluarga juga disebut sebagai satuan pendidikan diluar sekolah. Oleh karena itu, keluarga mesti menciptakan suasana yang edukatif sehingga anak didiknya tumbuh dan berkembang menjadi manusia sebagaimana tujuan dalam pendidikan.

  1. Lingkungan sekolah

Sekolah merupakan lingkungan pendidikan formal, sekaligus membentuk kepribadian anak didik yang tujuannya untuk mencapai 3 faktor yaitu aspek kognitif, afektif, psikomotorik.

  1. Lingkungan Masyarakat

Pendidikan di lingkungan masyarakat adalah pendidikan nonformal yang dibedakan dari pendidikan di keluarga dan di sekolah. Bertujuan sebagai penambah atau pelengkap pendidikan formal dan informal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Masyarakat memiliki peran yang besar dalam pelaksanaan pendidikan nasional. Peran masyarakat itu antara lain menciptakan suasana yang dapat menunjang pelaksanaan pendidikan nasional, ikut menyelengglarakan pendidikan non pemerintah (swasta) dan yang lainnya.

Tripusat  pendidikan (Keluarga, Sekolah, Masyarakat) saling berhubungan dan berpengaruh. Keterkaitan ketiga pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat masing-masing memiliki fingsi tersendiri dengan satu tujuan yaitu menolong pertumbuhan dan perkembangan peserta didik secara optimal, untul mencapai tujuan pendidikan yaitu menjadikan manusia yang seutuhnya, berjatidiri, memiliki integritas, dan martabat.

Agar fungsi pendidikan dapat tercapai dengan baik, harus terjadi kerjasama yang harmonis antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sejalan dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menggariskan peran serta masyarakat dalam pendidikan.

2.3  BENTUK-BENTUK LEMBAGA PENDIDIKAN

  1. Lembaga Pendidikan Keluarga

Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama, karena dalam keluarga inilah anak-anak mendapatkan bimbingan dan paling banyak memperoleh pendidikan

  1. Lembaga Pendidikan Sekolah

Yang dimaksud dengan pendidikan sekolah adalah pendidikan yang diperoleh secara teratur, sistematis, bertingkat dan dengan mengikuti syaraf yang jelas.

  1. Lembaga Pendidikan di Masyarakat

Masyarakat diartikan sebagai suatu bentuk tata kehidupan sosial dengan tata nilai dan tata budaya sendiri.

2.4  FUNGSI DAN PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN

Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam interaksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya.

2.2.1      Lembaga Pendidikan Keluarga

Sebagai transmisi pertama dan utama dalam pendidikan, keluarga memiliki tugas utama dalam peletakan dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Dikatakan pertama karena keluarga adalah tempat dimana anak pertama kali mendapat pendidikan. Sedangkan dikatakan utama karena hampir semua pendidikan awal yang diterima anak adalah dalam keluarga. Karena itu, keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua, yang bersifat informal dan kodrati. Tugas keluarga adalah meletakkan dasar-dasar bagi perkembangan anak berikutnya, agar anak dapat berkembang secara baik.

Pada umumnya keluarga terbentuk melalui perkawinan yang sah menurut agama, adat atau pemerintah dengan proses yang diawali dengan adanya interaksi antara pria dan wanita, interaksi dilakukan berulang-ulang, lalu menjadi hubungan sosial yang lebih intim sehingga terjadi proses perkawinan. Setelah terjadi perkawinan, terbentuklah keturunan , kemudian terbentuklah keluarga inti untuk mendapatkan keturunan dan untuk meningkat derajat dan status sosial baik pria maupun wanita, serta mendekatkan kembali hubungan kerabat yang sudah renggang.

  1. Fungsi dan Peran Pendidikan Keluarga
  2. Pengalaman Pertama Masa Kanak-Kanak

Lembaga pendidikan keluarga memberikan pengalaman pertama yang merupakan faktor penting dalam perkembangan pribadi anak. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa pendidikan keluarga adalah yang pertama dan utama. Pertama, berarti bahwa kehadiran anak di dunia disebabkan hubungan kedua orang tuanya. Orang tua adalah orang dewasa, maka merekalah yang harus bertanggung jawab terhadap anak. Kewajiban orang tua tidak hanya sekedar memelihara eksistensi anak untuk menjadikannya seorang pribadi, namun juga memberi pendidikan anak sebagai individu yang tumbuh dan  berkembang.

Sedangkan utama, berarti bahwa orang tua bertanggung jawab pada pendidikan anak. Hal itu memberikan pengertian bahwa seorang anak dilahirkan dalam keadaan tidak berdaya, dalam keadaan penuh ketergantungan dengan orang lain, tidak mampu berbuat apa-apa bahkan tidak mampu menolong dirinya sendiri. Ia lahir dalam keadaan suci bagaikan meja lilin berwarna putih (a sheet of white paper avoid of all characters) atau dikenal dengan istilah Tabularasa (John Lock dalam Hasbullah : 1999). Oleh karena itu, orang tua berkewajiban memberikan pendidikan pada anaknya dan yang palig utama di mana hubungan orang tua dengan anaknya bersifat alami dan kodrati.

  1. Menjamin Kehidupan Emosional Anak

3 hal yang menjadi pokok dalam pembentukan emosional anak, adalah:

  1. Pemberian perhatian yang tinggi terhadap anak, misalnya dengan menuruti kemauannya, mengontrol kelakuannya, dan memberikan rasa perhatian yang lebih.
  2. Pencurahan rasa cinta dan kasih sayang, yaitu dengan berucap lemah lembut, berbuat yang menyenangkan dan selalu berusaha menyelipkan nilai pendidikan pada semua tingkah laku kita.

iii.   Memberikan contoh kebiasaan hidup yang bermanfaat bagi anak, yang diharapkan akan menumbuhkan sikap kemandirian anak dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari.

  1. Menanamkan Dasar Pendidikan Moral

Seperti kata pepatah “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”. Anak akan selalu berusaha menirukan dan mencontoh perbuatan orang tuanya. Karenanya, orang tua harus mampu menjadi teladan yang baik misalnya dengan mengajarkan tutur kata dan perilaku yang baik bagi anak-anaknya. Segala nilai yang dikenal anak akan melekat pada orang-orang yang disenangi dan dikaguminya, dan dengan melalui inilah salah satu proses yang ditempuh anak dalam mengenal nilai.

  1. Memberikan Dasar Pendidikan Sosial

Keluarga merupakan satu tempat awal bagi anak dalam mengenal nilai-nilai sosial. Di dalam keluarga, akan terjadi contoh kecil pendidikan sosial bagi anak, misalnya memberikan pertolongan bagi anggota keluarga yang lain, menjaga kebersihan dan keindahan dalam lingkungan sekitar.

  1. Peletakkan Dasar-dasar Keagamaan

Keluarga juga berperan penting dalam proses internalisasi dan transformasi nilai-nilai keagamaan ke dalam pribadi anak. Masa anak-anak adalah masa yang paling baik untuk meresapkan dasar-dasar agama, dalam hal ini tentu saja terjadi dalam keluarga. Kehidupan dalam keluarga hendaknya memberikan kondisi kepada anak untuk mengalami suasana hidup keagamaan.

  1. Tanggung Jawab Keluarga

Dasar-dasar tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anaknya meliputi hal-hal :

  1. Adanya motivasi atau dorongan cinta kasih yang menjiwai hubungan orang tua dan anak.
  2. Pemberian motivasi kewajiban moral sebagai konsekuensi kedudukan orang tua terhadap keturunannya yang meliputi nilai agama atau nilai spiritual.
  3. Tanggung jawab sosial, merupakan perwujudan kesadaran tanggung jawab kekeluargaan yang dibina oleh darah, keturunan dan kesatuan keyakinan.
  4. Memelihara dan membesarkan anaknya. Juga bertanggung jawab dalam hal melindungi dan menjamin kesehatan anaknya, baik secara jasmaniah maupun rohaniah dari berbagai gangguan penyakit atau bahaya lingkungan yang dapat membahayakan diri anak tersebut.
  5. Memberikan pendidikan dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupan anak.

2.2.2      Lembaga Pendidikan Sekolah

Akibat terbatasnya kemampuan orang tua dalam mendidik anaknya, maka dipercayakanlah tugas mengajar itu kepada orang dewasa lain yang lebih ahli dalam lembaga pendidikan formal. Sekolah menjadi produsen penghasil individu yang berkemampuan secara intelektual dan skill.

  1. Fungsi dan Peran Sekolah

Terbentuknya sekolah tentu memiliki fungsi dan peran dalam keberadaannya. Fungsi-fungsi tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Fungsi Lembaga Sekolah
  2. Mengembangkan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan anak didik
  3. Spesialisasi dalam bidang pendidikan dan pengajaran

iii.    Efisiensi. Pendidikan dilakukan dalam program yang tertentu dan sistematis, juga jumlah anak didik dalam jumlah besar akan memberikan efisiensi bagi pendidikan anak dan juga bagi orang tua.

  1. Sosialisasi, yaitu proses perkembangan individu menjadi makhluk sosial yang mampu beradaptasi dengan masyarakat.
  2. Konservasi dan transmisi kultural, yaitu pemeliharaan warisan budaya. Dapat dilakukan dengan pencarian dan penyampaian budaya pada anak didik selaku generasi muda.
  3. Transisi dari rumah ke masyarakat. Sekolah menjadi tempat anak untuk melatih berdiri sendiri dan tanggung jawab anak sebagai persiapan untuk terjun ke masyarakat.
  1. Peran Lembaga Sekolah
  2. Tempat anak didik belajar bergaul, baik sesamanya, dengan guru dan dengan karyawan.
  3. Tempat anak didik belajar mentaati peraturan sekolah.
  1. Tanggung Jawab Sekolah
  2. Tanggung jawab formal kelembagaan sesuai dengan fungsi dan tujuan yang ditetapkan menurut ketentuan yang berlaku, dalam hal ini undang-undang pendidikan; UUSPN Nomor 20 Tahun 2003.
  3. Tanggung jawab keilmuan berdasarkan bentuk, isi, tujuan dan tingkat pendidikan.
  4. Tanggung jawab fungsional adalah tanggung jawab profesional pengelola dan pelaksana pendidikan yang menerima ketetapan ini berdasarkan ketentuan jabatannya.
  1. Sifat-sifat Lembaga Sekolah

Sekolah merupakan lembaga pendidikan kedua setelah keluarga, bersifat formal namun tidak kodrati. Meskipun demikian, banyak orang tua (dengan berbagai alasan) menyerahkan tanggung jawab pendidikan anaknya kepada sekolah.

Dari kenyataan-kenyataan tersebut, sifat-sifat pendidikan sekolah tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Tumbuh sesudah keluarga.

Dalam sebuah keluarga tidak selamanya tersedia kesempatan dan kesanggupan memberikan pendidikan kepada anaknya, sehingga keluarga menyerahkan tanggung jawabnya kepada sekolah.

  1. Lembaga Pendidikan Formal.

Dinamakan lembaga pendidikan formal karena sekolah memiliki bentuk yang jelas, yaitu memiliki program yang telah direncanakan dengan teratur dan ditetapkan dengan resmi.

  1. Lembaga Pendidikan yang tidak bersifat kodrati

Lembaga pendidikan didirikan tidak atas dasar hubungan darah antara guru dan murid seperti halnya di keluarga, tetapi berdasarkan hubungan yang bersifat kedinasan.

  1. Macam-macam Sekolah

Sekolah sebagai lembaga pendidikan sebenarnya mempunyai banyak ragam, dan hal ini tergantung dari segi mana melihatnya.

  1. Ditinjau dari Segi yang Mengusahakan
  2. Sekolah Negeri, yaitu sekolah yang diusahakan oleh pemerintah, baik dari segi pengadaan fasilitas, keuangan maupun pengadaan tenaga pengajar.
  3. Sekolah Swasta, yaitu sekolah yang diusahakn oleh selain pemerintah, yaitu badan-badan swasta.
  4. Ditinjau dari Sudut Tingkatan

Menurut UU Nomor 20 Tahun 2004, jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

  1.     Pendidikan Dasar, terdiri dari Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dan SMP/MTs.
  2. Pendidikan Menengah, terdiri dari SMA/MA dan SMK/MAK.

iii.   Pendidikan Tinggi, terdiri dari Akademi, Institut, Sekolah Tinggi dan Universitas.

  1. Ditinjau dari Sifatnya
  2. Sekolah Umum
  3. Sekolah Kejuruan


 

2.2.3      Lembaga Pendidikan Masyarakat

Masyarakat sebagai lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan pribadi seseorang. Masyarakat mempunyai peran penting dalam upaya ikut serta menyelenggarakan pendidikan, karena membantu pengadaan sarana dan prasarana dan menyediakan lapangan kerja. Partisipasi masyarakat membantu pemerintah dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan dalam masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Diselenggarakan dengan sengaja di luar sekolah
  2. Peserta umumnya mereka yang tidak bersekolah atau drop out
  3. Tidak mengenal jenjang dan program pendidikan untuk jangka waktu pendek
  4. Peserta tidak perlu homogen
  5. Ada waktu belajar dan metode formal, serta evaluasi yang sistematis
  6. Isi pendidikan bersifat praktis dan khusus
  7. Keterampilan kerja sangat ditekankan sebagai jawaban terhadap kebutuhan


 

BAB III

PENUTUP

3.1  KESIMPULAN

Dalam sistem pendidikan nasional pendidikan seumur hidup dikelola atas tanggunga jawab keluarga, sekolah dan masyarakat. Dimana masing-masing mempunyai tanggung jawab yang terpadu dalam rangka pencapaian tujuan nasional.

Keluarga sebagai lingkungan pertama, bertnaggung jawab untuk memberikan dasar dalam menumbuh kembangkan anak sebagai makhuk individu, sosial, susila dan religius.

Sekolah sebagai lingkungan kedua bertugas mengembangkan potensi dasar yang dimiliki masing-masing individu agar mempunyai kecerdasan intelektual dan mental.

Masyarakat sebagai lembaga ketiga memberikan anak kemampuan penalaran, keterampilan dan sikap. Juga menjadi ajang pengoptimalan perekembangan diri setiap individu.

3.2  SARAN

Bertitik tolak dari penulisan makalah ini, penulis merasa perlu memberikan beberapa saran sebagai berikut :

Perlu adanya keseriusan dan kesungguhan para pendidik dalam semua tingkatan lembaga pendidikan sebagai usaha untuk pendewasaan diri yang optimal. Hendaknya masing-masing lembaga pendidikan menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya dalam usaha turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dengan hasil karya ini, semoga memberikan warna baru bagi pelaku-pelaku pendidikan untuk menggunakan kemampuan diri dalam menjalani pendidikan seumur hidup.

Penulisan makalah ini tidak luput dari kesalahan dan kekeliruan, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun demi menyempurnakan makalah ini sangatlah diharapkan.


 

DAFTAR PUSTAKA

Hasbullah.1999. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta : RajaGrafindo Persada.

Suwarno.. 1985. Pengantar Umum Pendidikan. Jakarta : Aksara Baru.

silahkan download disini  DOWNLOAD

Iklan
Pos ini dipublikasikan di makalah dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke MAKALAH PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN

  1. kevin2 berkata:

    Bandung memang kreatif…. , Aerith

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s