MAKALAH SISTEM FONOLOGI DASAR

 

TUGAS MAKALAH

MATERI DAN PEMBELAJARAN

BAHASA INDONESIA SD

“SISTEM FONOLOGI BAHASA INDONESIA”

 

 

DISUSUN OLEH :

 

  1. ISKANDAR
  2. ARIYATI

 

UNIVERSITAS TERBUKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

2011

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur penulis mengucapkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan ridha-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah dengan judul “Sistem Fonologi”

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekeliruan, kesalahan, dan kekurangan yang disebabkan oleh keterbatasan waktu, pengetahuan, dan kemampuan penulis. Oleh karena itu, saran, pendapat dan kritikan dari semua pihak sangat diharapkan oleh penulis demi kesempurnaan makalah ini.

Penulis mengharapkan semoga penulisan makalah ini dapat berguna bagi yang membutuhkan. Akhirnya, penulis memohon kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan balasan yang setimpal kepada pihak-pihak yang telah membantu. Amin.

Baubau,     Oktober 2011

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………. ii

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………… iii

BAB I.      PENDAHULUAN ……………………………………………………………………. 1

  1. Latar Belakang ………………………………………………………………….. 1
  2. Rumusan Masalah ……………………………………………………………. 2
  3. Tujuan………………………………………………………………………………… 2
  4. Manfaat ……………………………………………………………………………… 2

BAB II.     PEMBAHASAN ………………………………………………………………………. 3

  1. Pengertian Fonologi Dalam Bahasa Indonesia ………………… 3
  2. Ruang Lingkup Kajian Fonologi ……………………………………….. 3
    1. Fonetik …………………………………………………………………………. 3
    2. Fonemik ……………………………………………………………………….. 5

BAB III.    PENUTUP ………………………………………………………………………………. 8

  1. Kesimpulan ……………………………………………………………………….. 8
  2. Saran …………………………………………………………………………………. 8

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………….. 9

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Fonologi adalah ilmu yang membahas tentang sistem bunyi dalam bahasa Indonesia. Fonologi dalam tuturan ilmu bahasa dibagi dua bagian yakni, fonetik dan fonemik.

Jika dicermati sebagian besar bangsa Indonesia memosisikan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Sedangkan bahasa pertamanya adalah bahasa daerah masing-masing. Bahasa Indonesia hanya digunakan dalam komunikasi tertentu, seperti dalam pertemuan-pertemuan resmi. Keadaan ini dapat memberikan kemungkinan bahwa ucapan / tuturan daerah akan terbawa ke dalam tuturan bahasa Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit seseorang berbicara dalam bahasa Indonesia, tetapi dengan lafal jawa, lafal batak, lafal sunda dan lain sebagainya. Keadaan seperti ini mempengaruhi fonem-fonem dalam bahasa Indonesia.

Selama fonem-fonem daerah tersebut tidak menghambat jalannya komunikasi, sebenarnya tidak menjadi persoalan. Namun demikian, untuk mencapai suatu ukuran lafal / fonem buku dalam bahasa Indonesia, sudah seharusnya lafal-lafal khas daerah itu dikurangi jika mungkin diusahakan hilang.

Dari uraian di atas, jelas betapa pentingnya bagi guru untuk memahami posisi fonologi dalam bahasa Indonesia serta dapat memberikan contoh yang benar baik pelafalannya, maupun penulisannya dan sebagaimana penggunaanya dalam komunikasi lisan / tulisan.

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah dalam penulisan makalah ini adalah :

  1. Apa yang dimaksud dengan pengertian fonologi dalam bahasa Indonesia ?
  2. Ruang lingkup apa saja yang termasuk dalam kajian fonologi ?
  1. Tujuan

Adapun yang menjadi tujuan penulisan makalah ini adalah :

  1. Untuk menguraikan pengertian fonologi dalam bahasa Indonesia
  2. Untuk menguraikan ruang lingkup apa saja yang termasuk dalam kajian fonologi
  1. Manfaat

Adapun yang menjadi manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai bahan masukan bagi guru agar memahami posisi fonologi dalam bahasa Indonesia, serta dapat memberikan contoh yang benar baik pelafalannya maupun penulisannya.

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Pengertian Fonologi dalam Bahasa Indonesia

Fonologi adalah ilmu yang membahas tentang bunyi-bunyi bahasa dan bagaimana bunyi itu diucapkan oleh alat ucap manusia. Jadi, bila berbicara tentang fonologi, fokus pembicaraan adalah berada di dalam rongga mulut. Karena fonologi lahirnya di mulut. Rongga mulut ada hubungannya dengan pita suara, paru-paru, telinga dan lain sebagainya.

  1. Ruang Lingkup Kajian Fonologi

Ruang lingkup fonologi terdiri atas 2 bagian yakni : (1) Fonetik dan (2) Fonemik.

  1. Fonetik

Fonetik yaitu ilmu bahasa yang membahas tentang bunyi-bunyi ujaran yang dipakai dalam tutur dan bagaimana bunyi itu dihasilkan oleh alat ucap manusia. Untuk itu ada tiga macam alat ucap yang berkenaan dengan bunyi ujaran.

  • Udara adalah yang dialirkan ke luar dari paru-paru, ketika berbicara.
  • Artikulator adalah bagian alat ucap yang dapat digerakkan / digeser ketika bunyi diucapkan.
  • Titik artikulasi adalah bagian alat ucap yang menjadi tujuan sentuh dari artikulator. Untuk lebih jelasnya, berikut alat ucap yang digunakan dalam pembentukan bunyi bahasa : 1) bibir atas, 2) bibir bawah, 3) gigi atas, 4) gigi bawah, 5) gusi (alveolum), 6) langit-langit keras (palatum), 7) langit-langit lunak (velum), 8) anak tekak (uvula), 9) ujung lidah, 10) daun lidah, 11) depan lidah, 12) belakang lidah, 13) akar lidah, 14) epiglotis, 15) pita suara, 16) faring dan 17) trakea.

Jika bunyi ujaran yang keluar dari paru-paru tidak mendapat halangan maka bunyi yang dihasilkan adalah bunyi vokal. Bunyi vokal yang dihasilkan tergantung dari beberapa hal berikut :

  1. Posisi bibir (bentuk bibir ketika mengucapkan sesuatu bunyi).
  2. Tinggi rendahnya lidah (posisi ujung dan belakang lidah ketika mengucapkan bunyi)
  3. Maju mundurnya lidah (jarak yang terjadi antara lidah dan alveolum atau lengkung kaki gigi..

Untuk lebih jelasnya vokal bahasa Indonesia sebagai berikut

Depan Tengah Belakang
Tinggi

Tengah

Rendah

i

e

A                u

o

Jika bunyi ujaran, ketika udara keluar dari paru-paru mendapat halangan maka terjadilah bunyi konsonan. Halangan yang dijumpai bermacam-macam, ada hubungan yang bersifat seluruhnya, dan adapula yang sebahagian yaitu dengan menggeser dan atau mengadukkan arus suara / tabel sehingga menghasilkan konsonan bermacam-macam pula. Untuk lebih lejasnya perhatikan bagan berikut :

Bagan Konsonan

Daerah Artikulasi

Cara

Artikulasi

Bilabial Labiodental Dental/ Alveolar Palatal Velar Glotal
Hambat

Tak Bersuara

Bersuara

p

b

t

d

c

j

k

g

?
Frikatif :

Tak bersuara

Bersuara

f s

2

s x h
Nasal

Bersuara

m n n n
Getar

Bersuara

r
Lateral

Bersuara

l
Semi vokal

Bersuara

w Y
  1. Fonemik

Fonemik yaitu ilmu bahasa yang membahas bunyi-bunyi bahasa yang berfungsi sebagai pembeda makna, contohnya : dari, daki, dasi atau lari, tari, mari, sari dan seterusnya. Jelas tampak jika satu unsur diganti dengan unsur lain maka akan membawa akibat yang besar yakni perubahan arti. Hal ini dapat pula terjadi jika diucapkan dengan sala maka akan mengakibatkan perubahan arti juga. Oleh karena itu jangan menganggap sepele terhadap tulisan yang salah atau ucapan yang tidak jelas.

Untuk memahami struktur fonem, dan perbedaan antara fonem dan grafem (huruf) perhatikan contoh dalam tabel berikut

Susunan Fonem Jumlah Fonem Susunan Huruf Jumlah Huruf Kata yang Terbentuk
/ adik /

/ mat /

/ Nani /

/ pantang /

4

4

4

5

Adik

Ingat

Nyanyi

Pantai

4

5

6

6

Adik

Ingat

Nyanyi

Pantai

Pada tabel di atas, perbedaan jumlah fonem dan jumlah huruf pada setiap kata itu menunjukkan perbedaan makna fonem dan huruf (grafem). Jadi, fonem adalah satuan bunyi bahasa yang terkecil yang dapat membedakan arti. Fonem tidak dapat berdiri sendiri karena belum mengandung arti. Sedangkan huruf (grafem) adalah gambaran dari bunyi (fonem).

Dalam bahasa Indonesia, secara resmi ada 32 buah fonem, yang terdiri atas :

  1. Fonem vokal 6 buah : / a /, / i /, / u /, / e /, / 2 / dan / o /
  2. Fonem diftong 3 buah : / oy /, / ay / dan / ou /
  3. Fonem Konsonan 23 buah : / p /, / b/, / m /, / t /, / d /, / n /, / c /,   / j /, / n /, / k /, / g /, / n /, / y /, / r /, / l /, / w /, / s /, / S /, / 2 /, / f /,   / h /, / x /, dan / ? /

Selanjutnya fonem-fonem ini akan membentuk satuan, yaitu suku kata. Suku kata dapat diidentifikasi dengan jalan mengidentifikasi fonem vokalnya karena fonem vokal merupakan puncak sonaritas (kenyaringan). Adanya fonem vokal dapat menandai jumlah suku kata pada setiap kata dasar. Kata dasar bahasa Indonesia sebagian besar terdiri atas dua suku kata. Sebagian lainnya ada yang memiliki 1, 3, 4, dan 5 kata

Struktur suku kata Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, dengan masuknya unsur serapan. Untuk jelasnya, suku kata bahasa Indonesia, seperti tabel berikut :

Struktur Suku Kata
1. kvkkk

2. kkvkk

3. kkkvk

4. kkkv

5. kvkk

korps

pleks pada kata kompleks

struk pada kata struktur

stra pada kata strategi

teks, dern pada kata tekstil dan modern

BAB III

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Fonologi adalah ilmu yang membahas tentang bunyi-bunyi bahasa. Fonologi pada umumnya dibagi 2 yaitu, fonetik (fonem) yang membahas tentang bunyi-bunyi ujaran yang berfungsi sebagai pembeda makna, dan fonetik yang membahas bagaimana bunyi-bunyi ujaran itu dihasilkan oleh alat ucap manusia.

Fonem resmi dalam bahasa Indonesia ada 32 buah, yang terdiri atas, 6 buah fonem vokal, 3 buah fonem diftong, dan 23 buah fonem konsonan. Semua fonem-fonem tersebut dihasilkan oleh alat ucap manusia, dari batang tenggorokan sampai ke bibir beserta udara yang keluar ketika kita bernapas. Hal ini dibahas dalam tataran fonetik. Ada 3 bagian alat ucap dalam menghasilkan bunyi ujaran itu, yakni (1) udara dari paru-paru, (2) artikulator, bagian alat ucap yang dapat digerakkan / digeser ketika bunyi diucapkan (3) Titik artikulasi, bagian alat ucap yang menjadi tujuan sentuh dari artikulator.

  1. Saran

Dalam upaya untuk mencapai suatu ukuran lafal / fonem baku dalam bahasa Indonesia sudah seharusnya lafal-lafal khas daerah itu dikurangi jika mungkin diusahakan hilang, lebih-lebih bagi kita sebagai tenaga pendidik, karena akan berpengaruh kepada siswa.   Olehnya itu, guru harus memahami posisi fonologi dalam bahasa Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

 

Santosa, Puji, dkk. 2010. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Jakarta : Universitas Terbuka

Marafad, La Ode Sidu. 2007. Fonologi Bahasa Indonesia. Kendari : Universitas Haluoleo

silahkan download disini DOWNLOAD

Iklan
Pos ini dipublikasikan di makalah dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s