MAKALAH KANKER PROSTAT

 

KANKER PROSTAT

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH:

 

NAMA             :    WA ODE DEWIANA

NIM                  :    2014.023

KELAS            :    1A

SEMESTER    :    II

 

 

 

YAYASAN PENDIDIKAN ALI-ILHAM

AKADEMIK KEBIDANAN BUTON RAYA

BAUBAU

2015


KATA PENGANTAR

 

Alhamdulillah, puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya Penulis dapat menyelesaikan makalah yang membahas tentang “Kanker Prostat”.

Dengan sepenuh hati penulis menyadari dan merasakan betapa besar bantuan dari berbagai pihak manapun. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam pembuatan Makalah ini.

Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan. Untuk itu penulis sangat mengharapkan masukan dan saran demi kesempurnaan makalah ini. Demikianlah makalah ini penulis buat, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua yang membaca.

Baubau,     April 2015

Penulis

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………….     i

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………..     ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah………………………………………………………….     1

1.2 Rumusan Masalah………………………………………………………………….     2

1.3 Tujuan Penulisan……………………………………………………………………     2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Kanker Prostat……………………………………………………………………….     3

2.2 Etiologi Penyakit Kanker Prostat………………………………………………     6

2.3 Gejala Penyakit Kanker Prostat………………………………………………..     7

2.4 Epidemiologi Penyakit Kanker Prostat………………………………………     9

2.4.1 Faktor Resiko Penyakit Kanker Prostat………………………..    10

2.5 Pencegahan / Penanggulangan Penyakit Kanker Prostat………………    13

2.5.1 Pencegahan Penyakit Kanker Prostat……………………………….    13

2.5.2 Penanggulangan/Pengobatan Penyakit Kanker Prostat……….    14

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………    17

3.2 Saran…………………………………………………………………………………….    17

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………..    18

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Kanker merupakan suatu penyakit sel yang ditandai dengan hilangnya fungsi kontrol sel terhadap regulasi daur sel pada organisme multiseluler. Penyebab penyakit ini diduga karena peningkatan industri, perubahan pola makan maupun gaya hidup. Kanker juga merupakan penyakit yang paling ditakuti karena disamping biaya pengobatan yang sangat mahal, penyakit ini selalu mengakibatkan penderitaan bahkan kematian bagi orang yang menderitanya.

Penyakit kanker dapat menyerang semua tingkatan sosial dalam masyarakat dan semua umur. Kanker telah menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Insidennya semakin meningkat. Di dunia, diperkirakan 7,6 juta orang meninggal akibat kanker pada tahun 2005 (WHO,2005) dan 84 juta orang akan meninggal hingga 10 tahun ke depan. Kanker merupakan penyebab kematian no.6 di Indonesia (depkes,2003), dan diperkirakan terdapat 100 penderita kanker baru untuk setiap 100.000 penduduk per tahunnya. Berbagai faktor yang dapat mempengaruhi angka kejadian kanker antara lain faktor geografis (misal kanker serviks lebih banyak di negara asia), suku bangsa, variasi genetik, jenis kelamin (misal kanker payudara lebih banyak pada wanita), dan pengaruh lingkungan (makanan, pola hidup).

Padahal sebenarnya banyak kematian akibat kanker dapat dihindari.

Menurut WHO, lebih dari 40% dari semua kanker dapat dicegah, selebihnya dengan deteksi dini dan terapi yang tepat bahkan bisa disembuhkan. Kalaupun dalam stadium lanjut penderitaan pasien dapat dikurangi dengan perawatan dan pengobatan yang baik. Dari SUSENAS (Sensus Sosial Ekonomi Nasional) tahun 2004 diketahui sekitar 30% masyarakat kita memilih mengobati diri sendiri dengan obat tradisional lokal maupun impor. Karena kurangnya pengetahuan pasien kanker sering kali tidak mengerti cara menilai efektif tidaknya suatu obat yang digunakan dan terbawa iklan mengonsumsi obat selama berbulan-bulan tanpa evaluasi. Akibatnya kebanyakan penderita akhirnya mencari bantuan ke dokter atau terapis ahli lainnya sudah dalam stadium lanjut.

Disamping itu salah satu masalah yang mempersulit upaya pengobatan penyakit kanker adalah kondisi sosial ekonomi sebagian besar masyarakat yang masih kurang disertai dengan tingkat pendidikan dan faktor lingkungan masyarakat yang kurang mendukung. Deteksi dini penyakit kanker masih belum banyak dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, karena selain ketidaktahuan, ketidakpedulian, dan ketidakmampuan finansial, banyak masyarakat yang takut menghadapi kenyataan.

1.2 Rumusan Masalah

Bertolak dari latar belakang di atas maka penulis mengidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut :

  1. a) Definisi Kanker Prostat
  2. b) Etiologi Penyakit Kanker Prostat
  3. c) Gejala Penyakit Kanker Prostat
  4. d) Epidemiologi Penyakit Kanker Prostat
  5. e) Pencegahan / Penanggulangan Kanker Prostat

1.3   Tujuan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

  1. a) Untuk mengetahui perkembangan Kanker Prostat
  2. b) Untuk mengetahui siapa saja yang rentan terkena Kanker Prostat
  3. c) Untuk mengetahui pencegahan Kanker Prostat


 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Kanker Prostat

Kanker prostat adalah bentuk kanker yang berkembang di prostat, sebuah kelenjar dalam sistem reproduksi laki-laki. kanker prostat Kebanyakan lambat berkembang, namun terdapat kasus kanker prostat agresif. Sel-sel kanker dapat metastasis (menyebar) dari prostat ke bagian tubuh lainnya, terutama tulang dan kelenjar getah bening. kanker prostat dapat menyebabkan rasa sakit, kesulitan buang air kecil, masalah selama hubungan seksual, atau disfungsi ereksi. Gejala lain yang berpotensi dapat mengembangkan selama stadium penyakit.

Harga deteksi kanker prostat sangat bervariasi di seluruh dunia, dengan Asia Selatan dan Timur deteksi lebih jarang daripada di Eropa, dan khususnya Amerika Serikat. Kanker prostat cenderung untuk mengembangkan pada pria berusia lebih dari lima puluh dan meskipun ini adalah salah satu jenis kanker yang paling umum pada laki-laki, banyak yang tidak pernah mengalami gejala, menjalani terapi tidak, dan akhirnya meninggal karena penyebab lainnya.

Hal ini karena kanker prostat adalah, dalam banyak kasus, lambat berkembang, gejala-bebas, dan karena laki-laki dengan kondisi yang lebih tua mereka sering mati karena sebab-sebab yang tidak terkait dengan kanker prostat, seperti jantung / penyakit peredaran darah, pneumonia, lainnya tidak terkait kanker, atau usia tua. Sekitar 2 / 3 dari kasus lambat tumbuh “kucing”, yang lain ketiga lebih agresif, cepat berkembang secara informal dikenal sebagai “macan”.

Kelenjar Prostat

Prostat adalah suatu kelenjar eksokrin dari sistem reproduksi pria. Fungsi utamanya adalah untuk menyimpan dan mensekresi cairan bersih yang terdiri dari sepertiga volume semen.

  • Prostat sehat berukuran sedikit lebih besar dari buah kenari
  • Ia terletak di bagian depan anus, tepat di bawah kandung kemih tempat urin ditampung, dan mengelilingi saluran kemih (uretra) yang mengeluarkan air kemih dari dalam tubuh
  • Kelenjar tersebut berperan sebagai bagian dari sistem reproduksi pria dengan memproduksi cairan putih yang mengandung sperma
  • Prostat juga terdiri dari otot polos yang membantu mengeluarkan sperma sewaktu ejakulasi; dengan demikian, masalah prostat dapat menyebabkan impotensi.

Kelenjar prostat memiliki empat wilayah kelenjar yang berbeda:

  1. a) Zone Periferal (ZP) – Bagian sub-kapsular dari aspek posterior kelenjar prostat yang mengitari uretra distal dan meliputi hingga 70% kelenjar prostat normal pada lelaki muda. Dari bagian kelenjar inilah lebih dari 70% penyakit kanker prostat berasal.
  2. b) Zona Sentral (ZS) – Zona ini terdiri dari sekitar 25% kelenjar prostat normal dan mengitari saluran-saluran ejakulasi. Tumor-tumor Zona Sentral bertanggung jawab terhadap lebih dari 25% penyakit kanker prostat seluruhnya.
  3. c) Zona Transisi (ZT) – Zona ini bertanggung jawab terhadap 5% volume prostat dan sangat jarang terkait dengan karsinoma. Zona Transisi mengitari uretra proksimal dan merupakan wilayah kelenjar prostat yang bertumbuh sepanjang hidup Anda. Zona ini terlibat dalam pembesaran prostat jinak.
  4. d) Zona Jaringan-Otot Anterior- Zona ini bertanggung jawab atas sekitar 5% berat prostat, biasanya tanpa komponen kelenjar, dan hanya terdiri dari, sebagaimana namanya, otot dan jaringan (fibrosa).
  • Gangguan Prostat

Tiga macam gangguan dapat terjadi dalam kelenjar prostat: peradangan atau infeksi (prostatitis), pembesaran prostat jinak (benign prostatic hyperplasia – BPH), dan kanker.

Normal            Meradang        Membesar

  1. Prostatis ( Peradangan atau Infeksi )
  2. a)   Prostatitis merupakan istilah klinis untuk menjelaskan luasnya spektrum gangguan yang merentang dari infeksi bakteri hingga sindrom-sindrom nyeri kronis. Hal ini tidak menular (umumnya tidak menular melalui hubungan seks)
  3. b) Prostatitis Bakterial Akut merupakan gangguan yang kurang lazim namun mudah didiagnosa dan diobati. Penyebabnya adalah bakteri dan muncul tiba-tiba disertai menggigil dan demam, nyeri di bawah punggung dan daerah alat kelamin, dan rasa terbakar atau nyeri ketika berkemih. Indikasi-indikasi lainnya adalah kelebihan sel darah putih dan bakteri di dalam urin.
  4. c) Prostatitis (Non bakterial) Kronis (sindroma nyeri panggul kronis) merupakan bentuk prostatitis yang paling lazim, namun kurang dipahami. Ditemukan pada pria mulai dari akhir umur belasan, gejala-gejalanya menghilang lalu kembali muncul tanpa tanda, dan bisa saja berupa inflamasi atau non inflamasi. Dalam bentuk inflamasi, urin, semen, dan cairan lainnya dari prostat tidak menunjukkan bukti adanya suatu organisme penyebab infeksi yang telah dikenal, tetapi memang mengandung jenis-jenis sel yang biasanya dihasilkan tubuh untuk melawan infeksi. Dalam bentuk non-inflamasi, tidak terdapat bukti peradangan, termasuk adanya sel-sel yang melawan infeksi.
  5. d) Prostatitis inflamasi asimtomatik adalah diagnosis berupa tidak adanya gejala-gejala, namun di dalam sperma pasien terdapat sel-sel yang melawan infeksi. Hal ini sering ditemukan ketika dokter sedang mencari penyebab ketidaksuburan atau sedang melakukan pengujian kanker prostat.
  1. BPH ( benign prostatic hyperplasia )

Merupakan masalah lazim ke dua yang dapat terjadi di dalam prostat. “Benign / Jinak” berarti “bukan kanker” dan “hyperplasia” berarti “pertumbuhan berlebih atau pembesaran.” Dengan bertambahnya usia pria, kelenjar prostat perlahan-lahan membesar. Kelenjar tersebut cenderung meluas di daerah yang tidak ikut membesar bersamanya, menyebabkan tekanan pada saluran kemih, yang dapat menyebabkan masalah berkemih.

Desakan untuk sering berkemih, aliran kemih yang lemah, aliran kemih terputus-putus dan menetes, seluruhnya merupakan gejala pembesaran prostat. Paling buruk, BPH dapat menyebabkan kandung kemih lemah, atau infeksi ginjal, sumbatan total aliran air kemih, dan gagal ginjal.

  1. Kanker Prostat

Merupakan salah satu penyakit kanker yang paling lazim pada pria Amerika. Tidak ada tanda-tanda peringatan dini gejala kanker prostat. Setelah tumor ganas menyebabkan kelenjar prostat membengkak secara signifikan, atau setelah kanker menyebar luas melampaui prostat, gejala-gejala berikut ini mungkin akan muncul:

  • Kebutuhan untuk sering berkemih, terutama pada malam hari
  • Kesulitan memulai atau menghentikan aliran kemih
  • Pancaran air kemih lemah atau terputus-putus
  • Sensasi nyeri atau terbakar pada saat berkemih atau ejakulasi
  • Ada darah dalam air kemih atau sperma

2.2 Etiologi Penyakit Kanker Prostat

Penyebabnya tidak diketahui, meskipun beberapa penelitian telah menunjukkan adanya hubungan antara diet tinggi lemak dan peningkatan kadar hormon testosteron. Kanker prostat merupakan penyebab kematian akibat kanker no 3 pada pria dan merupakan penyebab utama kematin akibat kanker pada pria diatas 74 tahun. Kanker prostat jarang ditemukan pada pria berusia kurang dari 40 tahun. Pria yang memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker prostat adalah pria kulit hitam yang berusia diatas 60 tahun, petani, pelukis dan pemaparan kadmium. Angka kejadian terendah ditemukan pada pria Jepang dan vegetarian.

Kanker prostat dikelompokkan menjadi

1)    Stadium A              : benjolan/tumor tidak dapat diraba pada pemeriksaan fisik, biasanya ditemukan secara tidak sengaja setelah pembedahan prostat karena penyakit lain.

2)    Stadium B              : tumor terbatas pada prostat dan biasanya ditemukan pada pemeriksaan fisik atau tes PSA.

3)    Stadium C              : tumor telah menyebar ke luar dari kapsul prostat, tetapi belum sampai menyebar ke kelenjar getah bening.

4)    Stadium D              : kanker telah menyebar (metastase) ke kelenjar getah bening regional maupun bagian tubuh lainnya (misalnya tulang dan paru-paru).

Penyebab yang pasti belum diketahui, tetapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker prostat yaitu usia dan riwayat keluarga. Hormon, diet tinggi lemak dan toksin juga disebutkan sebagai faktor risiko kanker prostat walaupun kaitannya belum jelas.

2.3 Gejala Penyakit Kanker Prostat

Biasanya kanker prostat berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan gejala sampai kanker telah mencapai stadium lanjut. Kadang gejalanya menyerupai BPH, yaitu berupa kesulitan dalam berkemih dan sering berkemih. Gejala tersebut timbul karena kanker menyebabkan penyumbatan parsial pada aliran air kemih melalui uretra.

Kanker prostat bisa menyebabkan air kemih berwarna merah (karena mengandung darah) atau menyebabkan terjadinya penahanan air kemih mendadak. Pada beberapa kasus, kanker prostat baru terdiagnosis setelah menyebar ke tulang (terutama tulang panggul, iga dan tulang belakang) atau ke ginjal (menyebabkan gagal ginjal). Kanker tulang menimbulkan nyeri dan tulang menjadi rapuh sehingga mudah mengalami fraktur (patah tulang).

Setelah kanker menyebar, biasanya penderita akan mengalami anemia.

Kanker prostat juga bisa menyebar ke otak dan menyebabkan kejang serta gejala mental atau neurologis lainnya.

 Gejala-Gejala Kanker Prostat

  1. a)     Sulit berkemih

Bisa berupa perasaan ingin berkemih tapi tidak ada yang keluar, berhenti saat sedang berkemih, ada perasaan masih ingin berkemih atau harus sering ke toilet untuk berkemih karena keluarnya sedikit–sedikit. Gejala ini akibat membesarnya kelenjar prostat yang ada di sekitar saluran kemih karena ada tumor di dalamnya sehingga mengganggu proses berkemih.

  1. b)     Nyeri saat berkemih

Problem ini juga disebabkan adanya tumor prostat yang menekan saluran kemih. Namun, nyeri ini juga bisa merupakan gejala infeksi prostat yang disebut prostatitis. Bisa juga tanda hiperplasia prostat yang bukan merupakan kanker.

  1. c)     Keluar darah saat berkemih

Gejala ini jarang terjadi, namun jangan diabaikan. Segeralah periksa ke dokter meski darah yang dikeluarkan hanya sedikit, samar–samar atau hanya berwarna merah muda. Kadangkala infeksi saluran kemih juga bisa menyebabkan gejala ini.

  1. d)     Sulit ereksi atau menahan ereksi

Tumor prostat bisa saja menyebabkan aliran darah ke penis yang seharusnya meningkat saat terjadinya ereksi menjadi terhalang sehingga susah ereksi. Bisa juga menyebabkan tidak bisa ejakulasi setelah ereksi. Tapi, pembesaran prostat bisa saja menyebabkan munculnya gejala ini.

  1. e)     Sulit Buang Air Besar

Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Akibatnya, bila ada tumor, pencernaan akan terganggu. Namun perlu diingat, sulit BAB yang terus menerus terjadi juga bisa menyebabkan pembesaran prostat karena terjadi tekanan pada kelenjar secara terus menerus. Sulitnya BAB dan gangguan saluran pencernaan bisa juga mengindikasikan kanker usus besar.

  1. f)       Nyeri terus menerus

Di punggung bawah, panggul atau paha dalam bagian atas.

Sering kali, kanker prostat menyebar di wilayah-wilayah ini, yaitu pada punggung bawah, panggul dan pinggul sehingga nyeri yang sulit dijelaskan di bagian ini bisa menjadi tanda adanya gangguan.

  1. g)     Sering berkemih di malam hari

Jika Anda sering terbangun di malam hari lebih dari sekali hanya untuk berkemih, periksalah segera ke dokter.

  1. h)     Urin yang menetes atau tidak cukup kuat

Gejala ini mirip inkontinensia urin (ngompol). Urin tidak dapat ditahan hingga perlahan keluar dan menetes. Atau kalau pun keluar aliran tidak cukup kuat.

2.4 Epidemiologi Penyakit Kanker Prostat

Kanker merupakan suatu penyakit akibat adanya pertumbuhan yang abnormal dari sel-sel jaringan tubuh yang dapat melakukan invasi ke jaringan-jaringan normal atau menyebar ke organ-organ yang jauh. Definisi yang paling sederhana yang dapat diberikan untuk kanker adalah pertumbuhan sel-sel yang kehilangan pengendaliannya. Penyakit kanker dapat diklasifikan menjadi dua bagian, yaitu karsinoma dan retikulosis1 .

Kelenjar prostat , tempat di mana tumbuh kanker, adalah salah satu kelenjar khusus untuk pria, terletak persis di bawah (leher bawah) kandung kemih (vesica urinaria). Prostat mengelilingi bagian atas pertama saluran kemih (urethra). Salah satu peran prostat dalam perkemihan adalah membantu menyalurkan/menyemprotkan urine keluar dari kandung kemih. Peran utamanya yang penting adalah berkaitan dengan fungsi mengeluarkan semen (cairan sperma) dan hormone seksualnya2, dalam hal ini Prostat adalah penghasil sebagian besar cairan di dalam air mani (semen) yang menjaga sperma agar tetap hidup.

Kelenjar prostat mulai berkembang sebelum bayi lahir dan akan terus berkembang hingga mencapai usia dewasa. Perkembangan prostat dipengaruhi oleh hormon seks pria, yaitu androgen. Hormon androgen yang utama adalah testosteron3. Secara umum kanker prostat dibagi menjadi 2 golongan besar yaitu kanker yang masih terbatas dalam organ prostat (kanker dini) dan yang sudah menyebar keluar prostat baik ke organ sekitar maupun metastasis (penyebaran) jauh (kanker lanjut).

Sebagai umumnya kanker, diagnosis awal sangat dubutuhkan dalam penanggulngan kanker prostat. Sebagai tanda bahaya (Warning sign) kanker prostat adalah :

  • Sering kali merasa ingin kencing, terutama di malam hari
  • Nyeri atau rasa terbakar (burning) selama miksi
  • Bermasalah sewaktu memulai atau menghentikan kencing, atau kencing lemah
  • Urine (air kencing) berdarah
  • Nyeri saat ejakulasi
  • Cairan ejakulasi berdarah
  • Gangguan ereksi
  • Nyeri pinggul atau punggung

2.4.1     Faktor Risiko Kanker Prostat

Pada kanker prostat walaupun belum ditemukan factor penyebab utamanya, tetapi ada beberapa factor risiko yang diyakini sebagai penyebab terjadinya kanker prostat yaitu :

Faktor risiko yang mendapatkan dukungan ilmiah (established risk factors) :

  1. a)       Usia Lanjut

Usia merupakan faktor risiko terbesar kanker prostat. Kanker prostat jarang terjadi pada pria di bawah 40 tahun, namun risiko kanker prostat akan meningkat setelah usia 50 tahun. Dua dari tiga kasus kanker prostat ditemukan pada pria usia 65 tahun. Hal ini disebabkan karena risiko penyakit pada usia lanjut meningkat seiring dengan proses penuaan dan menurunnya berbagai fungsi fisiologis tubuh.

Semakin lanjut usia, risiko terjadinya kanker prostat meningkat secara bermakna. Pria pada usia 50 tahun sekitar 33% memiliki tumor prostat kecil. Sedangkan pada usia 80 tahun sekitar 70% pria dapat dibuktikan secara histopatologi memiliki kanker prostat. Menurut American Cancer Society, pada umumnya, kanker prostat berkembang dengan perlahan.

  1. b)       Hormon Testosterone

Testosteron secara alami memacu pertumbuhan kelenjar prostat. Pria yang menggunakan terapi testosteron, biasanya cenderung mengidap kanker prostat. Banyak dokter menganggap, terapi testosteron akan mempercepat berkembangnya kanker prostat yang awalnya sudah tumbuh. Terapi testosteron jangka panjang pun akan menyebabkan pembesaran kelenjar prostat.

  1. c)       Ras

Orang dari ras kulit hitam memiliki risiko dua kali lebih besar untuk terjadi kanker prostat disbanding ras lain. Namun peningktan risiko ini dianggap tidak independen, tetapi berhubungan dengan factor lain (counfounding factors) yang berhubungan dengan ras. Misalnya ditemukan titer hormone testosterone yang tinggi di kalangan kulit hitam berisiko kanker.

  1. d)       Riwayat keluarga

Bila ada satu anggota keluarga yang mengidap penyakit ini maka risiko meningkat menjadi dua kali bagi yang lain dan bila ada dua anggota keluarga yang menderita penyakit ini maka risiko penyakit ini menjadi 2-5 kali. Faktor ini berhubungan dengan factor genetic oleh karena itu factor ini merupakan factor yang tidak dapat diubah dan dihindari.

Tingginya kanker prostat pada ras tertentu (kaum kulit hitam) membawa kecurigaan adanya peran factor genetic. Salah satu gen yang paling dicurigai penyebab kanker prostat adalah mutasi gen p53. Menurut American Cancer Society, kanker prostat paling jarang di pria Asia dan paling sering terjadi di orang hitam, dan orang Eropa di tengahnya.

  1. e)       Pola makan

Pola makan merupakan changeable risk factor terjadinya kanker prostat. Konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh yang tinggi utamanya lemak hewani akan meningkatkan resiko terkena kanker prostat. Peranan lemak dalam meningkatkan risiko kanker prostat terjadi dengan beberapa mekanisme. Pertama lemak dapat mempengaruhi kadar testosterone, suatu hormone yang diperlukan untuk sel-sel prostat baik jinak maupun ganas.

Pria yang mengkonsumsi sedikit lemak akan mempunyai kadar hormone testosterone yang relative rendah. Kedua, lemak adalah sumber radikal bebas, dan yang ketiga adalah hasil metabolisme asam lemak diduga merupakan zat karsinogenik, contohnya adalah asam lemak tidak jenuh omega-6 yang dapat memacu pertumbuhan sel kanker prostat.

  1. f)         Virus

Jenis retrovirus, dikenal sebagai XMRV diidentikasi kemungkinan sebagai penyebab kanker prostat.

  • Chemoprevention

Berbagai bahan kimiawi obat dan zat lainnya yang diidentifikasi dapat merangsang kanker. Yang tergolong bahan kimia salah satunya adalah logam berat seperti cadmium yang terdapat pada baterai bekas yang memang bisa memicu kanker prostat.

  1. g)       Banyak Duduk

Duduk berjam-jam di belakang meja ternyata meningkatkan risiko kanker prostat. Hal ini didasarkan pada kesimpulan penelitian yang dilakukan ilmuwan di Inggris baru-baru ini. Tim peneliti the university of Athens mencoba menganalisis keterkaitan antara level aktivitas fisik di tempat kerja dan tumbuhnya tumor. Peneliti menganalisis 320 pasien kanker prostat dan dibandingkan dengan kelompok pria sehat. Seluruh partisipan kemudian ditanyai tentang tipikal pekerjaan mereka.

Terungkap, pria yang bekerja sebagai pegawai, guru, atau pekerja kantoran berisiko lebih tinggi ketimbang mereka yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan berdiri atau bergerak ke sanakemari seperti buruh pabrik, tukang roti, dan tukang cukur. Setiap pria yang memasuki usia 45 tahun berpeluang mengalami pembesaran kelenjar prostat. Jika pembesaran terjadi secara berlebihan hingga membengkak sebesar buah jeruk, efeknya dapat menekan aliran kemih yang melalui uretra. Kondisi inilah yang disebut BPH5.

2.5 Pencegahan / Penanggulangan Penyakit Kanker Prostat

2.5.1 Pencegahan Penyakit Kanker Prostat

Kanker prostat sendiri merupakan salah satu penyakit dengan tingkat keganas yang tidak bisa diragukan lagi. Ada yang menyebutkan kanker prostat sendiri sebagai penyakit utama kematian manusia diatas 74 tahun.

Untuk kita sebagai manusia perlu mengenal lebih dini apa itu penyakit kanker prostat. Blogiztic akan mengulas cara ampuh mencegah penyakit kanker prostat sebagai berikut. Adapun gejala penyakit kanker prostat seperti yang sering dialami si penderita terbangun tengah malam untuk hajat membuang air kecil. Dalam sehariannya si penderita kanker prostatbisa membuang hajat 8 kali setiap harinya dan bisa muncul darah pada air seni maupun sperma, disfungsi dan keluhan sakit pada bagian belakang.

Adapun cara ampuh pencegahan penyakit kanker prostat bisa anda dapatkan sekarang juga. Berikut poin-poin yang diperlukan dalam penanganan pencegahan masalah kanker prostatselengkapnya sebagai berikut :

2)     Memperbaiki keadaan kesehatan umum

Menjaga agar berat badan berada pada berat ideal. Jika anda mempunyai penyakit obesitasmaka dianjuran mengatur diet yang seimbang. Disamping memperbaiki keadaan kesehatan ditambhakan untuk melakukn kegiatan olahraga.

3)     Minum banyak air

minuman air sangatlah esensial untuk kesehatan karena membantu mengurangi racun-racun dari dalam tubuh. Konsumsi air yang ideal setiap hari adalah 6 – 8 gelas sehari. Hindari kopi dan teh secara berlebihan.

4)     Mengurangi minuman beralkohol

5       Memakan makanan yang banyak mengandung likopen, contohnya tomat dan buah bit.

6)      Makanlah makanan yang mengandung asam lemak omega-3 seperti kacang kedelai dan produknya seperti tofu, atau susu kacang kedelai, salmon, tuna dan sarden.

7)     Dianjurkan makan makanan yang mengandung beta karoten seperti wortel

8)      Mengurangi konsumsi daging-dagingan dan lemak berlebihan

9)      Mendapat cukup asupan selenium dan vitamin E

10)   Kurangi stres dan depresi dar sekarang.

2.5.2 Penanggulangan / Pengobatan Penyakit Kanker Prostat

  • Cara pengobatan kanker prostat

Pengobatan yang tepat untuk kanker prostat masih diperdebatkan.

Pilihan pengobatan bervariasi, tergantung kepada stadiumnya:

–       Pada stadium awal bisa digunakan prostatektomi (pengangkatan prostat) dan terapi penyinaran

–       Jika kanker telah menyebar, bisa dilakukan manipulasi hormonal (mengurangi kadar testosteron melalui obat-obatan maupun pengangkatan testis) atau kemoterapi.

  • Pembedahan untuk kanker prostat

    Prostatektomi radikal (pengangkatan kelenjar prostat)

Seringkali dilakukan pada kanker stadium A dan B. Prosedurnya lama dan biasanya dilakukan dibawah pembiusan total maupun spinal. Sebuah sayatan dibuat di perut maupun daerah perineum dan penderita harus menjalani perawatan rumah sakit selama 5-7 harai.

   Orkiektomi (pengangkatan testis, pengebirian)

Pengangkatan kedua testis menyebabkan berkurangnya kadar testosteron, tetapi prosedur ini menimbulkan efek fisik dan psikis yang tidak dapat ditolerir oleh penderita.

Orkiektomi adalah pengobatan yang efektif, tidak memerlukan pengobatan ulang, lebih murah dibandingkan dengan obat-obatan dan sesudah menjalani orkiektomi penderita tidak perlu menjalani perawatan rumah sakit. Orkiektomi biasanya dilakukan pada kanker yang telah menyebar.

Terapi penyinaran untuk pengobatan kanker prostat. Terapi penyinaran terutama digunakan untuk mengobati kanker stadium A, B dan C. Biasanya jika resiko pembedahan terlalu tinggi, maka dilakukan terapi penyinaran. Terapi penyinaran terhadap kelenjar prostat bisa dilakukan melalui beberapa cara:

  1. a) Terapi penyinaran eksterna, dilakukan di rumah sakit tanpa perlu menjalani rawat inap. Efek sampingnya berupa penurunan nafsu makan, kelelahan, reaksi kulit (misalnya kemerahan dan iritasi), cedera atau luka bakar pada rektum, diare, sistitis (infeksi kandung kemih) dan hematuria. Terapi penyinaran eksterna biasanya dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama 6-8 minggu.
  1. b)   Pencangkokan butiran yodium, emas atau iridium radioaktif langsung pada jaringan prostat melalui sayatan kecil. Keuntungan dari bentuk terapi penyinaran ini adalah bahwa radiasi langsung diarahkan kepada prostat dengan kerusakan jaringan di sekitarnya yang lebih sedikit.

Pengobatan menggunakan obat :

  • Manipulasi hormonal

Tujuannya adalah mengurangi kadar testosteron. Penurunan kadar testosteron seringkali sangat efektif dalam mencegah pertumbuhan dan penyebaran kanker. Manipulasi hormonal terutama digunakan untuk meringankan gejala tanpa menyembuhkan kankernya, yaitu misalnya pada penderita yang kankernya telah menyebar.

BAB III

PENUTUP

 

3.1   Kesimpulan

Asupan kalsium berlebih dalam diet (>2000mg/hari) meningkatkan risiko kanker prostat, khususnya meningkatkan proliferasi sel kanker prostat. Kalsium berperan sebagai regulator 1,25 dihidroksi vitamin D. Selain itu, kalsium juga berperan sebagai regulator PTH, kalsium serum yang tinggi akan menurunkan PTH dalam sirkulasi sehingga konversi 25(OH) vitamin D menjadi vitamin D aktif dengan bantuan PTH juga menurun. Kedua hal ini menyebabkan penurunan regulasi 1,25 dihidroksi vitamin D, vitamin D

aktif yang diduga berperan penting dalam proses karsinogenesis melalui inhibisi pertumbuhan dan proliferasi sel kanker dan metastasis.

Hubungan antara asupan kalsium berlebih dan kanker prostat menjadi lebih jelas dan relevan dengan melibatkan peran vitamin D aktif sebagai inhibitor pertumbuhan dan proliferasi sel kanker prostat. Salah satu alternatif untuk menghambat pertumbuhan dan proliferasi sel kanker prostat adalah melalui intraprostatic conversion dari 25(OH)D menjadi 1,25(OH)vitamin D tanpa melibatkan kalsium serum yang mengatur konversi di ginjal.

3.2   Saran

  1. a)   Perlu informasi dan sosialisasi bagi para usia lanjut untuk mengkonsumsi kalsium dalam jumlah aman.
  2. b) Perlu penelitian lebih lanjut guna menguak lebih lanjut potensi intraprostatic conversion guna mencegah risiko kanker prostat

DAFTAR PUSTAKA

Kanker Prostat

Gejala dan Penyebab Kanker Prostat

http://annurhospital.com/web/index.php?option=com_content&view=article&id=111&Itemid=132

Affandi, Biran (2000). Kesehatan Reproduksi, Pidato pengukuhan Guru Besar tetap Obstetri & Ginekologi FKUI, Jakarta.

Manuaba, IBG. (1989). Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Kehidupan, Pidato Pengukuhan Penerimaan Jabatan Guru Besar tetap FK Universitas Udayana, Denpasar

Manuaba, IBG. (1998). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC.

Rafei, Utan Muchtar (2004). Keselamatan Ibu dalam Kehamilan dan Persalinan Aman. PIT POGI XIV, Bandung.

Bucaille, Maurice (2005). Reproduksi Manusia, Bibel, Quran, dan Sains Modern. Jakarta: PT Bulan Bintang.

silahkan download disini DOWNLOAD

Iklan
Pos ini dipublikasikan di makalah dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s