MAKALAH KEWIRAAN

 SILAHKAN DOWNLOAD DISINI

PENGERTIAN KEWIRAAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BUTON

2016


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam, pemilik segala ilmu pengetahuan.  Atas izin-Nya, Alhamdulillah tangan ini mampu menorehkan sedikit ilmu pengetahuan yang telah dibentangkan dari seluas lautan. walau hanya sedikit, insya Allah memberi manfaat yang besar. Amin…

Makalah ini kami persembahkan untuk memenuhi tugas dari dosen pembimbing mata kuliah yang bersangkutan. Namun di sisi lain, kami persembahkan buat para pembaca yang memang butuh pengetahuan atau sebagai referensi mengenai “Pengertian Kewiraan”.

Makalah ini kami susun dari beberapa referensi.namun, kami sadari bahwa masih ada  kekurangan di dalamnya. Olehnya itu, kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan makalah berikutnya sangat kami butuhkan.

 

 

Baubau,    Mei 2016

 

Penulis

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.. i

DAFTAR ISI. ii

BAB I PENDAHULUAN.. 1

  1. Latar Belakang. 1
  2. Rumusan Masalah. 2
  3. Tujuan. 2

BAB II PEMBAHASAN.. 3

  1. Pengertian Kewiraan. 3
  2. Landasan Hukum.. 4
  3. Maksud dan Tujuan. 5

BAB III PENUTUP.. 10

  1. Kesimpulan. 10

DAFTAR PUSTAKA.. 11

 

 

 

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Bangsa Indonesia yang mendiami kepulauan nusantara,telah menyadari bahwa secara kodrati memiliki sifat kemajemukan dan kebhinnekaan dalam suku,budaya agama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa.Dari tinjauan sejarah,sejak jaman kedaulatan Sriwijaya, dan kerajaan Majapahit telah ada upaya untuk menyatukan wilayah Nusantara, namun kurang mampu menghadapi tntangan zaman dan mempertahankan kejayaan yang telah dicapainya.Keadaan demikian menyebabkan Nusantara berada dalam kondisi pecah belah,sehingga penjajah dapat leluasa mengadakan penindasan selama dari setengah abad.

Pengalaman tersebut menimbulkan semangat kebangasaan yang berkembang melalui kebangkitan Nasional pada tahun 1908,yaitu sumpah pemuda pada tahun 928 dan puncak wujud perjuangan bangsa Indonesia yaitu Proklamasi Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Bangsa Indonesia bertekad mengupyakan pencapaian cita-cita dan tujuan nasionalnya yang telah disampaikan bersama yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 negara kesatuan RI yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945.

Teryata perjalanan ini tidak berjalan mulus masih juga terjadi pemberontakan,penghianata dan invasi Belanda terhadap Negara kesatuan RI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Peristiwa tersebut merupakan Tantangan,Ancaman,Hambatan dan Ganggan (TAHG), yang harus dihadapi dan ditanggulangi generasi penerus bangsa Indonesia dalam mengisi kemerdekaan ini.. Kemampuan itu harus secara dini diberikan melalui pendidikan pendahuluan bela negara ( PPBN ) yang tujuannya untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, meningkatan keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai Ideologi bangsa,meningkatkan kesadaran rela berkorban untuk bangsa serta memberikan kemmpuan awal bela Negara. Bela Negara yang dimaksud ialah tekad,sikap,semangat dan tindakan seluruh warga Negara secara teratur,menyeluruh,terpadu dan berlanjut dengan dilandasi  oleh jujuan dari PPBN itu sendiri.

Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) yang diberikan pada persera didik sekolah dasar sampai diperguruan tinggi.

 

B.     Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:

  1. Apa yang dimaksud dengan Kewiraan ?
  2. Bagaimana Landasan Hukum tentang Kewiraan ?
  3. Apa Maksud dan Tujuan Kewiraan?

 

C.    Tujuan

Adapun tujuannya adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui Pengertian Kewiraan
  2. Untuk mengetahui Landasan Hukum Kewiraan
  3. Untuk mengetahui Maksud dan Tujuan Kewiraan

 

 

BAB II
PEMBAHASAN

 

A.    Pengertian Kewiraan

Pendidikan Kewiraan lebih menitikberatkan kepada kemampuan ilmiah yang sifat kognitif dan efektif tentang bela Negara dalam rangka ketahanan nasional.Sedangkan pendidikan kewiraan agak berbeda dengan program wajib latihan mahasiswa ( walawa ) yang mernah dilaksanakan sebelum tahun 1970-an pendidikan walawa menitik menitik beratkan pada pendidikan fisik. Demikian juga pendidikan kewiraan bersifat intrkurikule dan wajib,berbeda dengan latihan Resimen Mahasiswa (menwa) yang bersifat ekstrkurikuler yang bersifat suka rela.

Istilah Pendidikan Kewiraan merupakan paduan dua kata,pendidikan dan kewiraan. Di dalam UU No 2/1989 tentang pendidikan Nasional, Bab I pasal I ayat (1) dijelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar untuk meenyapkan perserta didik melalui kegiatan bimbinan,pengajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa mendatang.

Kata kewiraan berasal dari kata dasar wira yang berarti satria, patriot, pahlawan, setelah mendapatkan awalan ke dalam akhiran an, dapat diartikan sebagai kesadaran, kecintaan, kesetiaan dan keberanian membela bangsa dan tanah air Indonesia.

Dengan demikian pengertian dari pendidikan kewiraan adalah usaha sadar untuk menyiapkan perserta didik dalam mengembangkan kecintaan,keseiaan,keberanian untuk berkorban membela bangsa dan tanah air Indonesia.

 

 

 

B.     Landasan Hukum

  1. UUD 1945

pembukaan Undang-undang Dasar 1945 dalam alinea kedua dan keempat,tersirat adalah cita-cita,tujuan dan aspirasi bangsa Indonesia tentang kemerdekaan.

Pada pasal 30 ayat (1) Tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha bela Negara.

Pasal 31 ayat (1) Tiap-tiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran.

  1. Keputusan bersama Mandikbud dan Menhankam / Pangab.

Realisasi pembelaan Negara melalui jalur pengajaran / pendidikan khususnya pendidikan tinggi dengan keputusan bersama mentri pendidikan dan kebudayaan dengan mentri pertahanan dan keamanan/pangab nomor 022/U/1973 – Kep/B/43/XII/1967.

Tanggal 8 desembar 1973,UU No.20 / 1973 tentang ketentuan-ketntuan pokok pembahasan keamanan Negara RI (lembaga Negara 1982 N0 51,TLN 3234.

  1. pasal 18 Hak dan Kewajiban Warga Negara yang diwujudkan dengan keikutsertaan dalam upaya bela Negara diselenggarakan melalui pendidikan pendahuluan bela Negara sebagai bagian tidak terpisahkan dalam sistem pendidikan nasional.
  2. pasal 19 ayat (2) pendidikan pendahuluan bela Negara wajib diikuti oleh setiap warga Negara dan dilaksanakan secara bertahap yaitu ;
  1. tahap awal pendidikan ditingkat dasar sampai menegah dan dalam gerakan kepramukaan.
  2. tahap lanjut dalam bentuk pendidikan kewarganegaraan pada tingkat pendidikan tinggi.
  3. Surat keputusan barsama Mendikbud dan Menhamkam.Sikap bersama nomor 061 / U / 1985 – Kep/ 002/1985, Tanggal 1 Fabuari 1985 bahwa pendidikan kwiraan imaksudkan kedalam kelompok mata kuliah Dasar Umum ( MKDU ) disemua Perguruan Tinggi di Indonesia.
  4. Undang-Undang No 2 Tahun 1989.

Tentang Sistem Pendidikan Nasional / Bab IX pasal 39 Ayat (2) sesuai penjelasannya bahwa pendidikan Bela Negara dan Pendidikan Kewiraan termask kedalam pendidikan kewarganegaraan.

 

C.    Maksud dan Tujuan

Maksud

Pendidikan  kewiraan dimaksudkan untuk memperluas caklawala berfikir para mahasiswa sebagai warga Negara Indonesia sekaligus sebagai pejuang bangsa.  Dengan pendidikan ini out put (keluarganya) diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi kepada mahasiswa sebagai calon pemimpin nasionaal dimasa mendatang. Yang memiliki kemampuan sebagai berikut ;

  1. Mampu menghayati dan mengilementasikan wawasan nusantara dan ketahanan nasional.
  2. Dapat memahami politik dan strategi nasional serta mampu, menyebarkan dan melaksanakan meteri-meteri GBHNsesuai dengan bidang profesinya.
  3. Mampu berperan serta dalam sistem petahanan keamanan rakyat semesta.

 

Tujuan

Sedangkan tujuannya adalah memupuk kesadaran bela Negara dan berfikir komperensif integral di kalangan mahasiswa dalam rangka ketahanan nasional dengan di sadari sebagai berikut ;

  1. Kecintan kepada tanah air
  2. Kesadaran berbangsa dan bernegara kesatuan RI.
  3. Yakin akan kesaktian pancasila dan UUD 1945.
  4. Rela berkorban demi bangsa dan Negara.
  5. Kemampuan awal bela Negara.
  6. Ruang Lingkup

Dengan pertimbangkan tujuan MKDU den dengan penyelenggaraan meteri-meteri bahaasan yang tercakup dalam mata kuliah lain, maka ditentukan bahwa mata kuliah pendidikan kewiraan terdiri dari lima (5) pokok bahasan yaitu Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional, Politik dan strategi Nasional, politik dan strategi Pertahanan Keamanan Nasional serta Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta .

  1. Wawasan Nusantara.

Konsep cara pandang tentang diri dan lingkungannya khususnya terhadap geografi / tanah airnya, yaitu disebut Wawasan.  Hubungan antara bangsa dan tanah air ini merupakan bagian teori, yang antara lain falsafah dan pandangan hidup bangsa-bangsa yang berupa tantangan, ancaman ,hambatan dan gangguan dalam rangka mewujudkan cita-cita dan tujuan nasionalnya. Nusantara diartikan Indonesia sebagai nusa ( Negara kepulauan ) yang terletak di antara dua samodra samodra Hindia dan Samodera,  dan dua benua = benua Asia dan benua Austria.

Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara terus menerus

Mengadakan interaksi dengan lingkungannya demi terwujudnya hal-hal sebagai berikut ;

  • satu kesatuan wilayah yang serba nusantara dan memanunggalkan segala anugerah dan kekayaannya.
  • Satu kesatuan bangsa yang menegakkan satu dieologi, UUD 1945 dan identitas.
  • Satu kesatuan social dan budaya atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  • Satu kesatuan ekonomi yang berdasarkan kekeluargaan.
  • Satu kesatuan dan keamanan yang berdasarkan pengarahan seluruh rakyat semesta, membina satu tertib pertahanan dan keamanan serta kewaspadaan nasional.
  1. Ketahanan Nasional.

Dalam kehidupan bernegara ,bernegara,berbangsa Indonesia dalam mencapai tujuan nasionalnya akan berateraksi dengan lingkungannya baik dalam maupun diluar negeri.  Dalamproses intraksi tersebut dapat timbul dampak positif dan negatif bagi kelangsungan hidup yang merupakan ATHG. Untuk menghadapi segala macam bentuk ancaman tersebut perlu adanya sesuatu kemampuan, kekuasaan ketangguhan, ketahanan dan daya tahan yang dinamakan ketahanan nasional.

Konsep ketahanan nasional ini adalah konsep pengetahuan dan penyelenggaraan kesejahtraan dan keamanan yang seimbang dan serasi dalam dalam kehidupan nasional secara menyeluruh yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945 dengan perbedaan pada Wawasan Nusantara. Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi seluruh aspek kehidupan nasional yang terintegrasi berisi kedaulatan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan, dan gangguan baik yang dating dari dalam dan luar negeri yang langsung maupun tak langsung membahyakan integritas, idenitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar tujuan dan cita-cita nasionalnya.

Dengan memahami konsep ketahanan nasional, diharapkan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun kehidupan di masyarakat den bernegara selalu berorintasi kepada pola piker, sifat dan asas perwujudan ketahanan nasional.

  1. Politik dan Strategi Nasional.

Agar upaya tersebut dapat terlaksananya perlu mengarahkan segenap kemampuan dan potensi nasional pada arah serta jalur yang tepat, efektif dan efisien diperlikan suatu pedoman yang jelas melalui pembangunan nasional. Bagi bangsa dan ngara Indonesia politik dan strategi Nasional tersebut hanya berdasarkan kepada pancsila, UUD 1945, Wawasan Nusntara dan asas perwujudan Ketahanan Nasional.

  1. Politik dan Strategi Pertahanan Keamanan Nasional

Polstrahankamnas merupakan bagian dari poltrnas di bidang hankamnas,sehingga merupakan kebijaksanaan, arah, dasar dan sasaran dalam pembinaan kekuatan bidang hamkamnas yang meliputi seluruh aspek kehidupan nasional.

Tujuan hamkamnas adalah menjamin tetap tegaknya NKRI yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945, terhadap segaala ancaman baik yang dating dari dalam maupun dari luar negeri dan tercapainya tujuan nasional.

  1. Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta.

Kita mengenal tiga macam rumusan yaitu :

  • Menurut system pertahanan bangsa dan Negara lain,ini terjadi bangsa dan Negara yang kemerdekaannya diperoleh dari pemberian Negara yang pernah menguasainya, sehingga kerang mencerminkan falsafah ideology, dan kondisi lingkungan dari bangsa dan Negara tersebut.
  • Pemilihan / penemuan secara ketahanan, ini terjadi kemungkinan mempunyai daya tanggap terhadap setiap kondisi yang mengacam keselamatan dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara.
  • Budi daya bangsa dan Negara berdasarkan falsafah, identitas,kondisi lingkungan dan kemungkinan datangnya TAHG baik yang dating dari dalam maupun luar yang mengacam keselamatan dan kelangsungan hidupnya.

 

Berdasarkan UU No.20 Tahun 1982 tentang ketahanan – Ketentuan pokok Pertahanan Keamanan Negara Indonesia, Sishenkamrata memiliki sifat-sifat sebaga berikut :

  • Kerakyatan, yaitu keikutsartaan seluruh warganegara Indonesia sesuai dengan khidupnnya.
  • Kesemestaan, yaitu seluruh daya bangsa maupun memobilitaskan dari untuk mendagulangi setiap TAHG.
  • Kewilayahan, yaitu seluruh atau setiap titik dalam wilayah RI merupakan tumpuan perlawanan berlanjut.
  1. Interrelasi
  • Intrrelasi antara Meteri.

Berdasarkan konsepsi Ketehanan nasional, dirumuskan dalam ketetapan poltrnas. Dalam rangka menanamkan kesadaran bela Negara perlu dipahami polstrahankam sebagai bagian dari polstranas, serta system pertahanan keamanan rakyat semesta sebagai pelaksanaan penyelenggaraan Hamkamnas.

  • Interrlasi antara Pendidikan Kewiraan dengan displin ilmu pengetahuan lain.

Berdasarkan UU No.2/ 1989 tentang sisdiknas bahwa pendidikan pendahuluan Bela Negara dan kewiraan dapat dikatakan sebagai suatu pengetahuan social yang mempunyai kedudukan sama dengan ilmu pengetahuan lainnya. Dengan demikin penetapan PPBN dan kewiraan ini sebagai penuntutan dan pemberi arah dalam menerapkan ilmu-ilmu lain yang dapat mengembangkan dimensi kepribadian,social dan lingkungan dalam rangka berpikir secara konprensif intrgal.

 

Dari salinan banyak latar belakang yang ada, disini hanya akan dikemukakan beberapa saja yaitu dari sudut :

  1. Geografi, Geopolitik dan geostrategi.
  1. Geografi, dan demografi Indonesia sebagai Negara besar di antara Negara-negara Asia Tenggara terdiri 13.667 ( menurut hasil penelitian ulang Dinas hidrohosiografi TNI – AL berjumlah 17.508 ) pulau-pulau besar dan kecil.

Bagian barat Wilayah Indonesia terdiri dari pulau-pulau yang mempunyai cirri-ciri Benua Asia daratan, sedangankan bagian timurnya, kecuali Irian Jaya merupakan kumpulan pulau-pulau kecil dari kepulauan Nias tenggara dan kepulauan Maluku. Bagian barat perairan Indonesia relative dangkal dan bagian timur termasuk bagian yang paling dalam.

  1. Geopolitik, atau istilah Geopolitik adalah singkatan dari geograpibicac : yang dicetuskan seseorang sarjana ilmu politik Awedia yang bernama Rodolph Kjellen ( 1864 – 1922 ), yang mengemukakan suatu system politik yang menyeluruh yang terdiri dari atas Geopolitik. Demopolitik,ekonomi politik, Sosiopolitik dan Kratopolitik istilah Geopolitik semua oleh penulisnya dipakai sebagai dari ilmu Bumi politik, suatu cabang ilmu Bumi yang dikembangkan oleh Fredericih Ratzel ( 1844 – 1904 ). Istilah Geopolitik kemudian berubah artinya setelah dipepulerkan oleh seorang Jerman yaitu Karl Haushofer ( 1869 – 1946 ).

BAB III
PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

Dapat diambil kesimpulan bahwa kewiraan adalah sebagai kesadaran, kecintaan, kesetiaan dan keberanian membela bangsa dan tanah air Indonesia dalam artian usaha sadar untuk menyiapkan perserta didik dalam mengembangkan kecintaan, keseiaan, keberanian untuk berkorban membela bangsa dan tanah air Indonesia.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://afrijurnalis.blogspot.co.id/2015/12/pendidikan-kewiraan-pengertian-kewiraan.html diakses pukul 19.47 tanggal 21 Mei 2016

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s