MAKALAH KONSEP HOMEOSTASIS DAN HOMEODINAMIKA

SILAHKAN DOWNLOAD DISINI

 

KONSEP DIRI

(HOMEOSTASIS DAN HOMEODINAMIKA)

 

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH:

NAMA            :    NINING KURNIA

NIM                :    2015.029

KELAS           :    NUSA INDAH

 

 

AKADEMI KEPERAWATAN KABUPATEN BUTON

TAHUN AKADEMIK 2015/2016

 


KATA PENGANTAR

 

Alhamdulillah ,puji syukur kami panjatkan kepada Alloh SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-NYA kepada kami sehingga kami bisa menyelesaikan tugas membuat makalah  yang berjudul Peran Pemerintah Terhadap Pembangunan” dapat tepat pada waktunya.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh  dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun selalu kami harapankan demi kesempurnaan pembahasan ilmu yang terdapat dalam makalah ini.

Akhir kata kami sampaikan  terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Alloh SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita. Aamiin

 

 

Baubau,     April 2016

 

Penulis

 

 DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR.. i

DAFTAR ISI. ii

BAB I PENDAHULUAN.. 1

  1. Latar Belakang. 1
  2. Rumusan Masalah. 1
  3. Tujuan. 1

BAB II PEMBAHASAN.. 2

  1. Homeostasis. 2
  2. Homeodinamika. 8

BAB III PENUTUP.. 12

  1. Kesimpulan. 12
  2. Saran. 12

DAFTAR PUSTAKA.. 13

 

BAB I
PENDAHULUAN

 

A.    Latar  Belakang

Banyak sekali gangguan-gangguan yang dapat mengancam keadaan sistem tubuh. Sistem tubuh memiliki organ-organ yang berfungsi untuk mempertahankan keadaan sistem tubuh itu sendiri.  Keadaan sistem tubuh itu diatur oleh homeostasis dalam tubuh. Mekanisme homeostasis berkaitan erat dengan keadaan cairan dalam tubuh, baik dalam hal pengeluaran maupun asupan cairan tubuh.

Berkaitan dengan pentingnya keadaan homeostasis dalam mempertahankan kadar cairan dalam tubuh, maka dalam makalah ini akan dibahas tentang peran homeostasis beserta mekanismenya serta peran homeodinamika yang merupakan pertukaran energi secara terus menerus antara manusia dengan lingkungan sekitarnya.

 

B.     Rumusan Masalah

  • Apa pengertian homeostatis?
  • Apa pengertian homeodinamika?

 

C.    Tujuan

  • Untuk mengetahui pengertian homeostatis
  • Untuk mengetahui pengertian homeodinamika

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II
PEMBAHASAN

 

A.    Homeostasis

Homeostasis merupakan mekanisme tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi berbagai kondisi yang di alaminya. Homeostasis adalah suatu proses pemeliharaan setabilitas dan adaptasi terhadap kondisi lingkungan sekitar yang terjadi secara terus-menerus.

Homeostasis dibedahkan menjadi 2, yaitu homeostasis fisiologis dan homeostasis psikologis.

  1. Homeostasis fisiologis ini dapat dikendalikan oleh sistem endokrin dan sistem saraf otonom.

Homeostasis fisiologis memiliki 4 cara yaitu ;

  1. Pengaturan diri

Pengaturan diri ini terjadi secara otomatis pada orang yang sehat. Contohnya: pada proses pengaturan fungsi organ tubuh.

  1. Konpensasi

Dalam cara konpensasi ini, tubuh akan cenderung beraksi terhadap ketidak normalan yang terjadi di dalamnya. Misalnya, apa bila secara tiba-tiba lingkungan menjadi dingin, maka pembuluh darah perifer akan mengalami kontraksi dan merangsang pembuluh darah bagian dalam meningkatakan kegiatan (menggigil) yang dapat menghasilkan panas sehingga suhunya tetap stabil. Pelebaran pupil meningkatkan persepsi visual pada saat terjadi ancaman terhadap tubuh dan peningkatan keringat atau mengontrol kenaikan suhu tubuh.

  1. Umpan balik negatif

Penyimpanan dari keadaan normal dalam keadaan abnormal tubuh secara otomatis akan melakukan mekanisme umpan balik atau menyeimbangkan penyimpanan yang terjadi.

  1. Umpan balik positif

Umpan balik untuk mengoreksi ketidakseimbangan fisiologis. Sebagai contoh, jika mengalami hipoksia akan terjadi proses peningkatan denyut jantung atau membawah darah dan oksigen yang cukup ke seluruh sel tubuh.

  1. Homeostasis psikologis

Homeostasis psikologis berfokos pada keseimbangan emosional dan kesejahteraan mental. Proses ini di dapatkan dari pengalaman hidup dan interaksi dari orang lain serta dipengaruhi oleh norma dan kultur masyarakat. Contoh, dari homeostasis pisikologis di antaranya adalah mekanisme pemahaman diri seperti menangis, tertawa, berteriak, meremas, mencerca, DLL.

Proses homeostasis psikologis

Proses homeostasis dipertahankan oleh mekanisme fisiologis yang mengontrol fungsi tubuh dan memantau organ tubuh. Sebagian besar mekanisme ini di kontrol oleh sistem saraf dan endoktrin dan tidak mencakup perilaku sadar. Mekanisme fisiologis adaptasi bekerja sama melalui hubungan yang kompleks dalam saraf dan sistem endoktrin dan sistem tubuh kainnya untuk mempertahankan konstansitas relatif di dalam tubuh.

Pada individu yang sehat mekanisme ini mempegaruhi keseimbangan fisiologis dan terpenuhinya kebutuhan tubuh. Namun demikian, mekanisme adaptasi fisiologis hanya dapat memberikan kontrol jangka pendek terhadap ekuilibrium tubuh.

Mekanisme ini tidak dapat mengadaptasi perubahan jangka panjang dalam sekresi hormon atau fungsi vital. Oleh karenanya, penyakit, cedera, atau setres yang berkepanjanganvdapat menurunkan kapasitas adaptif.

Fungsi yang menurun dapat mengakibatkan kontrol homeostasis berlanjut tetapi tidak adekuat atau kerusakan mekanisme umpan balik yang memungkinkan terjadinya kontrol.

Kedua bentuk fungsi yang menurun tersebut dapat mengakibatkan penyakit lebih memburuk atau kematian.

Proses ini didapat dari pengalaman hidup dan interaksi dengan orang lain serta dipengaruhi oleh norma dan kultur masyarakat. Contoh proses homeostasis adalah mekanisme pertahanan diri seperti menangis, tertawa, berteriak, memukul, meremas, mencerca, dan lain-lain.

Proses homeostasis ini adalah peraturan mandiri; dengan kata lain, mekanisme ini adalah otomatis. Namun demikian, pada individu yang sakit atau mengalami cedera tidak mampu untuk mempertahankan dan menopang homeostasis.

  1. Pengaturan diri (Self Regulation)

Sistem ini terjadi secara otomatis pada orang sehat, seperti pengaturan fungsi organ tubuh.

  1. Kompensasi

Tubuh cenderung bereaksi terhadap ketidaknormalan yang terjadi didalamnya. Misalnya, apabila secara tiba-tiba lingkungan dingin, maka pembuluh darah darah perifer akan mengalami kontraksi dan merangsang pembuluh darah untuk menciptakan suhu panas. Pelebaran pupil untuk meningkatkan persepsi visual pada saat tubuh mengalami ancaman.

  1. Umpan Balik

Umpan Balik Negatif (negative feedback)

Proses ini merupakan penyimpangan dari ketidak normalan, dalam keadaan abnormal, tubuh secara otomatis akan melakukan mekanisme umpan balik untuk menyeimbangkan penyimpangan yang terjadi.

Contoh, apabila tekanan darah meningkat akan meningkatkan baroceptor. Kemudian, akan menurunkan rangsangan pada simpatik yang meningkatkan para simpatik, menurunkan denyut jantung dan kekuatan kontraksi, terjadi di atasi pembuluh darah dan akhirnya menurunkan tekanan darah sampai pada keadaan nomal melalui feedback mekanisme.

Umpan Balik Positif

Beberapa proses dalam tubuh diatur oleh umpan balik positif. Umpan balik positif adalah ketika respon terhadap suatu peristiwa meningkatkan kemungkinan kegiatan untuk berlanjut.

Contoh dari umpan balik positif adalah produksi susu pada ibu menyusui. Saat bayi minum susu ibunya, hormon prolaktin, sebagai sinyal kimia, dilepaskan. Semakin banyak bayi menyusu, semakin banyak prolaktin akan dilepaskan, yang menyebabkan lebih banyak susu yang dihasilkan. Contoh lain dari umpan balik positif termasuk kontraksi selama persalinan. Ketika konstriksi dalam rahim mendorong bayi ke jalan lahir, kontraksi tambahan akan terjadi.

Umpan balik positif untuk mengoreksi ketidak seimbangan fisiologis sebagai contoh, terjadi proses peningkatan denyut peningkatan denyut jantung untuk membawa darah dan oksigen yang cukup ke sel tubuh apabila seseorang mengalami hipoksia. Kondisi mekanisme tubuh tersebut terkait dengan kondisi dalam keaadaan sakit

  1. Kegagalan Homeostasis

Banyak mekanisme homeostasis seperti ini bekerja terus menerus untuk mempertahankan kondisi stabil di dalam tubuh manusia.

Bagaimanapun, mekanisme bisa terjadi gagal. Ketika melakukan homeostasis, sel mungkin tidak mendapatkan semua yang mereka butuhkan, atau limbah beracun dapat terakumulasi dalam tubuh. Jika homeostasis tidak dikembalikan, ketidakseimbangan dapat menyebabkan penyakit atau bahkan kematian.

 

Sistem Tubuh yang Menyumbang Proses Homeostasis

  1. Sistem Rangka

Menunjang dan melindungi jaringan danorgan-organ yang lemah, serta berfungsi sebagaipersediaan kalsium (Ca++), suatu elektrolit yang dalamplasma harus dijaga dalam jumalh yang terbatas.Bersama dengan sistem otot, sistem rangka jugamemungkinkan gerakan tubuh dan bagian-bagiannya.

  1. Sistem Otot

Menggerakan tulang-tulang tempat melekatnya. Dari pandangan homeostasis secara murni, sistem ini memungkinkan suatu individu bergerak ke arah makanan atau menjauhi bahaya. Selanjutnya panas yang ditimbulkan oleh otot rangka sangat penting bagi regulasi suhu. Sebagai tambahan, karena otot rangka dibawah kontrol kesadaran, memungkinkan seseorang menggunakanya untuk melakukan gerakan yang tidak langsung ke arah pemeliharaan homeostasis.

 

  1. Sistem Saraf

Adalah salah satu dari dua sistem kontrol tubuh yang utama. Secara umum sistem saraf mengontrol dan mengkoordinir aktivitas tubuh yang memberikan respon yang cepat. Sistem ini secara khusus penting dalam mendeteksi dam memberikan reaksi kepada perubahan perubahan dalam lingkungan ekstetrnal. Selanjutnya,sistem ini bertanggung jawab pada fungsi-fungsi yang lebih tinggi yang tidak seluruhnya langsung di bawah pemeliharaan homeostasis, seperti kesadaran, memori(ingatan), dan kreativitas.

 

  1. Sistem Endoktrin

Adalah sistem kontrol utama yang lain. Secara umum, hormon yang disekresikan me-regulasi aktivitas tubuh yang lambat, sistem ini khususnya penting dalam mengontrol konsentrasi nutrien dan pengaturan fungsi ginjal, mengontrol volume dan komposisi elektrolit lingkungan internal..

 

  1. Sistem Sirkulasi

Adalah sistem transpor yang membawa berbagai zat seperti; zat makanan, O2, CO2, zat sampah, elektrolit, dan hormon dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain.

 

 

 

  1. Sistem Kekebalan

Sebagai pertahanan melawan “penyusup” asing dan sel-sel tubuh yang telah menjadi angker. Sistem ini juga membuka jalan untuk memperbaiki atau mengganti sel-sel yang luka atau usang.

 

  1. Sistem Respirasi

Mengambil O2 dari ligkungan eksternal dan mengeluarkan CO2 ke lingkungan eksternal. Dengan mengatur kecepatan pemindahan CO2 sebagai pembentuk asam (H2CO3), maka sistem respirasi juga penting dalam pemeliharaan pH yang tepat dalam lingkungan internal.

 

  1. Sistem Pencernaan

Mencerna makanan yang kita makan menjadi molekul zat makanan yang siap diabsorbsi ke dalam plasma untuk di distribusikan ke sel-sel tubuh. Sistem ini juga mentransfer air dan elektrolit dari lingkungan eksternal ke dalam lingkungan internal.

 

  1. Sistem Integumen

Berfungsi sebagai pelindung luar untuk melindungi kehilangan cairan internal dari tabuh dan masuknya mikroorganisme asing ke dalam tubuh. Sistem ini juga penting dalam meregulasi suhu tubuh. Jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh ke lingkungan luar dapat diatur dengan mengontrol produksi keringat dan dengan meregulasi aliran darah dan dengan meregulasi aliran darah yang membawa panas ke kulit.

 

  1. Sistem Urinaria

Mengeluarkan zat sampah selain CO2 dan memegang peranan penting dalam meregulasi volume, komposisi elektrolit, dan keasaman cairan ekstraseluler.

 

 

  1. Sistem Reproduksi

Pada dasarnya tidak esensial untuk homeostasis dan dengan demikian tidak esensial untuk kelangsungan hidup individu. Sistem reproduksi esensial untuk pelestarian spesies.

 

B.     Homeodinamika

Homeodinamik merupakan pertukaran energi secara terus menerus antara manusia dengan lingkungan sekitarnya. Pada proses ini manusia tidak hanya melakukan penyesuaian diri, tetapi terus berintraksi dengan lingkungan agar mampu mempertahankan

 

Proses Homeodinamika

Proses homeodinamik bermula dari teori tentang manusia sebagai unit yang merupakan satu kesatuan utuh, memiliki karakter yang berbeda-beda. Proses hidup yang dinamis, selalu berinteraksi dengan lingkungan yang dapat dipengaruhi dan memengaruhinya, serta memiliki keunikan tersendiri.

Prinsif Homeodinamika

  1. Prinsif integralitas

Yaitu prinsif utama daam hubungan antara manusia dan lingkungan yang tidak dapat di pisahkan. Perubahan proses kehidupan ini terjadi secara terus-menerus karena adanya intraksi manusia dengan lingkungan yang saling mempengaruhi.

 

  1. Prinsif resonansi

Yaitu prinsif bahwa proses kehidupan manusia selalu berirama dan frekuensinya berpariasi, mengingat manusia memiliki pengalaman beradaptasi dengan lingkungan.

 

  1. Prinsif helicy

Yaitu prinsif bahwa setiap perubahan dalam proses kehidupan manusia dengan lingkungan.

Perkembangan Manusia

Tahap tahap perkembangan manusia memiliki fase yang cukup panjang. Untuk tujuan pengorganisasian dan pemahaman, kita umumnya menggambarkan perkembangan dalam pengertian periode atau fase perkembangan.

Klasifikasi periode perkembangan yang paling luas digunakan meliputi urutan sebagai berikut: Periode pra kelahiran, masa bayi, masa awal anak anak, masa pertengahan dan akhir anak anak, masa remaja, masa awal dewasa, masa pertengahan dewasa dan masa akhir dewasa.

Perkiraan rata rata rentang usia menurut periode berikut ini memberi suatu gagasan umum kapan suatu periode mulai dan berakhir. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pada setiap periode tahap tahap perkembangan manusia:

  1. Periode prakelahiran (prenatal period)

Adalah saat dari pembuahan hingga kelahiran. Periode ini merupakan masa pertumbuhan yang luar biasa dari satu sel tunggal hingga menjadi organisme yang sempurna dengan kemampuan otak dan perilaku, yang dihasilkan kira kira dalam periode 9 bulan.

  1. Masa bayi (infacy)

Adalah periode perkembangan yang merentang dari kelahiran hingga 18 atau 24 bulan. Masa bayi adalah masa yang sangat bergantung pada orang dewasa. Banyak kegiatan psikologis yang terjadi hanya sebagai permulaan seperti bahasa, pemikiran simbolis, koordinasi sensorimotor, dan belajar sosial.

  1. Masa awal anak anak (early chidhood)

Adalah periode pekembangan yang merentang dari masa bayi hingga usia lima atau enam tahun, periode ini biasanya disebut dengan periode prasekolah. Selama masa ini, anak anak kecil belajar semakin mandiri dan menjaga diri mereka sendiri, mengembangkan keterampilan kesiapan bersekolah (mengikuti perintah, mengidentifikasi huruf), dan meluangkan waktu berjam jam untuk bermain dengan teman teman sebaya. Jika telah memasuki kelas satu sekolah dasar, maka secara umum mengakhiri masa awal anak anak.

  1. Masa pertengahan dan akhir anak anak (middle and late childhood)

Adalah periode perkembangan yang merentang dari usia kira kira enam hingga sebelas tahun, yang kira kira setara dengan tahun tahun sekolah dasar, periode ini biasanya disebut dengan tahun tahun sekolah dasar. Keterampilan keterampilan fundamental seperti membaca, menulis, dan berhitung telah dikuasai. Anak secara formal berhubungan dengan dunia yang lebih luas dan kebudayaan. Prestasi menjadi tema yang lebih sentral dari dunia anak dan pengendalian diri mulai meningkat.

  1. Masa remaja (adolescence)

Adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.

  1. Masa awal dewasa (early adulthood)

Adalah periode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia duapuluhan tahun dan yang berakhir pada usia tugapuluhan tahun. Ini adalah masa pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karir, dan bagi banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak.

 

 

  1. Masa pertengahan dewasa (middle adulthood)

Adalah periode perkembangan yang bermula pada usia kira kira 35 hingga 45 tahun dan merentang hingga usia enampuluhan tahun. Ini adalah masa untuk memperluas keterlibatan dan tanggung jawab pribadi dan sosial seperti membantu generasi berikutnya menjadi individu yang berkompeten, dewasa dan mencapai serta mempertahankan kepuasan dalam berkarir.

  1. Masa akhir dewasa (late adulthood)

Adalah periode perkembangan yang bermula pada usia enampuluhan atau tujuh puluh tahun dan berakhir pada kematian. Ini adalah masa penyesuaian diri atas berkurangnya kekuatan dan kesehatan, menatap kembali kehidupannya, pensiun, dan penyesuaian diri dengan peran peran sosial baru

 

 

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Homeostatis dan homeodimanik selalu berkesinambungan satu sama lain. Dan apa bila sistem ini terbengkalai maka akan menghasilkan masalah pada tubuh kita.

 

B.     Saran

Agar teman-teman / para pembaca  dapat lebih mengerti mengenai homeostatis dan homeodinamik serta diharapkan dapat dijadikan bahan referensi sebagai bahan pelajaran yang bermanfaat tentunya.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://jojerrahakbauw.blogspot.co.id/2013/11/makalah-homeostasis-dan-hemodinamik.html diakses tanggal 13April 2016 pukul 08.05 Wita

http://id.scribd.com/mobile/doc/166360624/kebutuhan-dasar-manusia diakses tanggal 13April 2016 pukul 08.15 Wita

http://fungsi.web.id/2015/05/pengertian-homestasis-dan-reglasi-umpan-balik.html diakses tanggal 13April 2016 pukul 08.30 Wita

http://dokumen.tipis/documents/homeostasis-5599392e35db4.html diakses tanggal 13April 2016 pukul 09.05 Wita

Potter, patricia A.2005.buku Ajar Fundamental keperawatan. Jakarta: PENERBIT BUKU KEDOKTERAN EGC

Hidayat, A. Aziz Alimu. 2009. Buku pengantar kebutuhan dasar manusia. Jakarta: PENERBIT SALEMBA MEDIKA

 

Pos ini dipublikasikan di makalah dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s